Tuai Kontroversi, Dukungan Suzy untuk Film Feminis 'Kim Ji Young: Born 1982' Jadi Perdebatan Masyarakat Korea

Nisa Diniah
Nisa Diniah

Tuai Kontroversi, Dukungan Suzy untuk Film Feminis 'Kim Ji Young: Born 1982' Jadi Perdebatan Masyarakat Korea Foto: Pinterest

Winnetnews.com - Isu feminisme masih dianggap sensitif di Korea Selatan. Namun, penyanyi sekaligus aktris cantik Suzy tak segan memberi dukungan untuk film "Kim Ji Young: Born 1982". Film yang mengangkat isu kesehatan mental dan feminisme itu dibintangi oleh Gong Yoo dan Jung Yu Mi, yang merupakan 2 senior Suzy di agensinya Management SOOP. Film tersebut menjadi kontroversi masyarakat Korea karena mengangkat feminisme.

Bentuk dukungan Suzy untuk film tersebut disampaikan lewat akun Instagram pribadinya. Pada hari Selasa (22/10), Suzy memposting poster film tersebut. Namun, ia tak menambahkan caption yang panjang dalam unggahannya. 

"Kim Ji Young: Born 1982" merupakan film keluarga tentang kehidupan seorang wanita bernama Kim Ji Young (diperankan Jung Yu Mi) yang dipaksa keluar dari pekerjaannya karena hamil. Setelah itu, ia harus menjadi ibu rumah tangga sepenuhnya. Usut punya usut, Kim Ji Young rupanya menderita penyakit mental yang diakibatkan oleh rentetan perilaku seksisme yang diterimanya. Selain itu, lingkungan sekitarnya yang masih berpegang teguh pada konsep patriarki membuat kondisinya semakin tertekan.

Film ini sendiri diadaptasi dari novel terlaris di Korea Selatan dengan judul yang sama karya Cho Nam Joo yang diterbitkan pada 14 Oktober 2016 lalu. Karena buku ini berbicara tentang feminisme, yang merupakan topik sensitif yang mampu memecah belah di Korea Selatan, buku ini menjadi kontroversi selama beberapa waktu. Beberapa selebriti Korea seperti Seo Ji Hye dan Irene Red Velvet sempat menjadi sorotan masyarakat Korea ketika mereka menyebut novel tersebut.

Sama seperti novelnya, film ini juga mendapat penolakan keras dari berbagai pihak karena dianggap menjadi simbol perjuangan perempuan di tengah masyarakat Korea Selatan yang masih berpegang teguh pada konsep patriarki. 

Para anti-feminisme di Korea Selatan menganggap film ini terlalu menyamaratakan bahwa kaum pria adalah kaum penindas. Menurut mereka, kaum pria di Korea Selatan juga menjadi korban dari ketidaksetaraan gender, misalnya wajib militer yang hanya diwajibkan untuk kaum pria saja. 

Menanggapi hal ini, sebagian netien membela Suzy yang memberi dukungan untuk film terbaru dari dua seniornya. Sementara beberapa netizen lainnya meminta Suzy untuk tidak mengatakan apa-apa soal film ini. Berikut ini beberapa komentar netizen dikutip dari situs Naver dan Nate:

"Mungkin yang terbaik bagi Suzy untuk tidak mengatakan apa-apa," ujar seorang netter.

"Huh, menunjukkan kebodohannya," seru netter lain.

"Reporter membuat kontroversi. Apakah kalian tidak boleh mempromosikan film senior agensimu?" protes seorang netter.

"Korea akan menjadi satu-satunya negara yang membual tentang buku untuk wanita," seru netter lain.

"Kepada kalian semua yang menuduh buku ini sebagai propaganda feminis ... bisakah kalian mengatakan hal yang sama jika kalian melihat saudara perempuan atau anak perempuanmu sendiri dalam situasi ini?" tutur netter lainnya.

"Korea menjadi satu-satunya negara yang marah karena ada buku dan film tentang dan untuk wanita, menyedihkan!" komentar netter lain.

"Ada banyak film tentang ayah dan anak! Tapi tidak ada yang mengatakan apapun. Ini bukan film yang dimaksudkan untuk mengobarkan perang gender," tutur netter lain.

"Bukan salah Suzy bahwa dia mendukung film Gong Yoo dan Jung Yoo Mi, keduanya adalah senior di agensinya," kata seorang netter.

"Untuk kalian semua yang membenci, tolong jangan biarkan kebodohanmu muncul dan setidaknya benci setelah kamu membaca buku. Ini bukan buku yang menjatuhkanmu seperti yang kamu pikirkan," komentar seorang netter.

"Jika kamu menonton trailernya, itu benar-benar cerita tentang kita semua. Ini tentang seorang istri psiko dan suaminya orang Korea yang menderita disisinya," sahut netter lain.

"Ada apa dengan semua kebencian ini? Aku mendukung Suzy, aku mendukung 82 Kim Ji Young," ucap netter lain.

Apa Reaksi Kamu?