Skip to main content

Tudingan HMI Provokator, Pengacara: Tuduhan Polisi Tidak Miliki Dasar yang Kuat

Tudingan HMI Provokator, Pengacara: Tuduhan Polisi Tidak Miliki Dasar yang Kuat
Tudingan HMI Provokator, Pengacara: Tuduhan Polisi Tidak Miliki Dasar yang Kuat

WinNetNews.com - Tim pengacara menyesalkan adanya tudingan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) sebagai provokator kericuhan dalam aksi demo 4 November. Menurut pengacara, tuduhan polisi itu tidak memiliki dasar yang kuat.

Hal itu diungkapkan Koordinator Tim Kuasa Hukum HMI, Muhammad Syukur Mandar menanggapi video Kapolda Metro Jaya Irjen (Pol) M Iriawan yang dinilainya menyudutkan HMI.

"Saya katakan berulang kali, tidak ada dasar polisi yang kuat menuduh HMI sebagai provokator dalam demo 4 November," ujar Syukur kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (10/11/2016).

Ketua Umum PBI HMI Mulyadi P Tamsir saat datang ke Polda Metro Jaya mengatakan dirinya tidak akan memberikan keterangan saat pemeriksaan. Sikap 'diam' ini akan terus dilakukan selama Kapolda Metro Jaya belum diminta klarifikasi soal video yang dipersoalkan.

Sikap 'diam' Mulyadi menurut Syukur hak sebagai saksi. Hak ini disebut dilindungi undang-undang.

"Prinsipnya, setiap warga negara memiliki hak, kemudian memiliki kedudukan dan oengecualian di depan hukum sehingga ada persamaan termasuk Kapolda dong," ucapnya.

Meski menyatakan tidak akan memberikan keterangan terkait 5 kadernya yang ditetapkan sebagai tersangka, Syukur menegaskan kedatangan Mulyadi menunjukkan kliennya taat hukum.

"Ya dia sebagai warga negara yang baik dia harus memunuhi panggilan," pungkasnya.

Mulyadi tiba di Mapolda Metro Jaya pada pukul 14.15 WIB dengan didampingi Syukur dan anggota DPD Basri Salama yang turut membesuk Ismail Ibrahim (29), anak angkatnya yang menjadi kader HMI.

"Saya hari ini datang sebagai warga negara yang baik, namun saya memilih untuk tidak memberikan keterangan apa pun selama Kapolda Metro Jaya masih dijabat oleh Irjen Pol M Iriawan," ujar Mulyadi siang tadi.

Apa pendapat Anda mengenai artikel ini?

Loading Rating...

Komentar:

Loading...
Top