Tukang Ojek : Kok Jalan Malah Untuk PKL
Sumber : Istimewa

Tukang Ojek : Kok Jalan Malah Untuk PKL

Minggu, 24 Des 2017 | 00:03 | Oky

Winnetnews.com - Langkah pemerintah DKI Jakarta untuk menata kawasan Tanah Abangmenuai kritik. Sebab pemerintah dinilai membuat kebijakan yang tidak umum.

“Jalan dibangun ya untuk kendaraan, kok ini untuk pedagang kaki lima,” kata Sukarno, seorang tukang, Jumat, 22 Desember 2017.

Sukarno biasa mangkal di sekitar Stasiun Tanah Abang untuk menunggu penumpang. Menurut dia, penutupan Jalan Jatibaru sebagai upaya penataan PKL,  tidak akan efektif. Bahkan, penataan tersebut cenderung mengabaikan kepentingan umum yang lebih besar.

“Penutupan jalan ini juga membuat macet jalan lainnya," ujar pria 54 tahun itu.

Gubernur Anies Baswedan mengumumkan rencana penataan kawasan Tanah Abang pada Kamis lalu. Dalam paparannya ia mengatakan pemerintah menutup Jalan Jatibaru Raya pada pukul 08.00-18.00.

Selanjutnya, satu jalur jalan itu akan digunakan oleh sekitar 400 PKL.  Sedangkan jalur satunya digunakan untuk bus Transjakarta.

Anies menambahkan, trotoar di sepanjang jalan itu seluruhnya diperuntukkan bagi pejalan kaki. Sehingga nantinya pejalan kaki tidak lagi terganggu dengan keberadaan PKL yang biasanya membuka lapak di trotoar.

Menurut Sukarno, langkah pemerintah itu tidak efektif. Pada hari pertama penataan saja masih banyak kaki lima yang menempati trotoar.

Dia memperkirakan, kebijakan pemerintah ini justru berpotensi mengundang PKL lain datang ke Jalan Jatibaru Raya.

Syaiful, juga pengojek di Stasiun TanahAbang, memiliki pendapat yang sama.

"Itu memang janji Anies untuk menyediakan lahan untuk PKL,” katanya.

“Memang dibuktikan, tapi tidak juga harus menggunakan jalan umum."

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...