Tukar Guling Jabatan Novanto dan Ade Komarudin

Tukar Guling Jabatan Novanto dan Ade Komarudin

WinNetNews.com - Setya Novanto ternyata tak mudah untuk digeser dari kursi empuk sebuah jabatan di parlemen. Mundur dari Ketua DPR, kini Novanto malah tengah berkemas untuk duduk manis sebagai Ketua Fraksi Golkar.

Peneliti Forum Masyarakat Peduli Parlemen (Formappi) Lucius Karus menyebut upaya Golkar untuk melakukan tukar guling jabatan antara Novanto dengan Ade Komarudin menunjukkan sifat asli Golkar.

Lucius menyebut etika menjadi barang langka dalam menentukan pejabat publik. Dengan nada menyindir, Lucius menyebut bahwa asal pejabat itu punya posisi tawar maka segala urusan akan berlangsung dengan prinsip transaksi.

"Yang pasti situasi ini harus menjadi tanggung jawab MKD sebagai alat kelengkapan tetap DPR yang bertugas menjaga etika tetap ditegakkan di parlemen. Dengan tanpa keputusan MKD, Novanto merasa menjadi manusia suci dan tanpa cela. Ini harus menjadi tanggung jawab MKD," tegasnya.

Tak hanya itu, Golkar juga dianggap harus menjaga moral dalam mewujudkan DPR yang berintegritas. Lucius menyebut Golkar seharusnya menyadari bahwa bangsa ini terlalu besar dan mulia untuk terus dipermainkan oleh kelicikan politik tak bermartabat dari Golkar.

"DPR ini sudah hampir tanpa legitimasi rakyat lagi. Dan sumbangsih kepemimpinan Novanto ikut menjadi penyebabnya. Jangan sampai atas nama nikmat kekuasaan politiknya, nasib DPR dipertaruhkan. Jangan sampai juga harga diri dan kesibukan bangsa untuk maju dihalang-halangi dengan mengurus parah pemimpin yang haus kekuasaan tanpa punya moral pribadi yang memadai," kata Lucius.

"Aneh bahwa Novanto masih saja mau menerima jabatan ketua fraksi tersebut. Di mana pertimbangannya yang tertulis di surat pengunduran diri bahwa suara publik yang turut menjadi pertimbangannya mundur dari jabatan pimpinan. Suara publik itu tak habis dengan pengundurann diri tersebut. Suara publik adalah kebenaran yang terus berteriak melawan nafsu serakah elit yang menggadaikan martabat demi memenuhi syahwat," pungkas Lucius.

disadur dari situs detik