Tukar Nasib Chelsea dan Manchester United

Daniel
Daniel

Tukar Nasib Chelsea dan Manchester United Istimewa

Winnetnews.com - Kekalahan dari Manchester City membuat Chelsea semakin tertekan dalam persaingan papan atas Liga Inggris. Bagaimana tidak, kegagalan meraup poin penuh melawan City membuat mereka kini terperosok ke posisi enam klasemen sementara.

Pasukan Maurizio Sarri dari lima laga terakhir hanya mampu meraup dua kali kemenangan yakni ketika melawan Newcastle United dengan skor 2-1 dan Huddersfield Town dengan skor 5-0. Bukan sebuah prestasi yang membanggakan mengingat dua tim tersebut adalah penghuni zona merah.

Menurunnya performa Chelsea pasca paruh musim kompetisi sejatinya sangat tidak disangka. Sebab pada paruh musim pertama, Chelsea sempat tampil begitu meyakinkan. Bahkan di awal musim The Blues sempat mencatatkan 12 pertandingan tanpa kekalahan sama sekali.

Mari kita tinggalkan sejenak Chelsea dan beralih ke Manchester United. Sejak ditangani oleh Ole Gunnar Solskjaer pada Desember 2018, United berhasil kembali ke jalur kemenangan. Paul Pogba dan kawan-kawan sukses terlepas dari belenggu taktik monoton yang digunakan Mourinho, dan bermain lebih bebas di lapangan.

Sama halnya dengan Chelsea, tidak ada yang menyangka permainan United akan semengerikan ini bersama Solskjaer. Sejatinya penunjukan Solskjaer sebagai pelatih sementara United tidak lepas dari pro dan kontra yang mengiringi. Banyak yang menilai ia cocok, tapi tak sedikit pula yang meragukan kapasitasnya.

Namun bukti yang diberikan oleh pelatih asal Norwegia tersebut benar-benar di luar prediksi. Setan Merah dibawanya melaju tanpa kekalahan sama sekali di sembilan laga di ajang Liga Inggris. Perlahan tapi pasti, United kembali ke peta persaingan papan atas.

Chelsea dan Manchester United bagaikan bertukar nasib selepas paruh pertama musim kompetisi. United, tanpa memboyong pemain anyar di bursa transfer, tetap bisa tampil konsisten dan bahkan kini mengkudeta peringkat 4 klasemen milik Chelsea.

Sebaliknya Chelsea yang mendatangkan Gonzalo Higuain masih terlihat begitu tumpul dalam penyelesaian akhir. Sebuah statistik mencatat perbandingan yang sangat signifikan ketika Solskjaer pertama kali mendarat sebagai pelatih sementara United pada Desember 2018.

Pada saat Solskjaer mengambil alih kursi kepelatihan, kondisi United begitu memprihatinkan. Berada 11 poin di belakang Chelsea, dan memiliki selisih gol 0. Saat itu United jadi tim dengan jumlah kebobolan terburuk dibandingkan tim penghuni enam besar lainnya.

Sementara Chelsea pada saat itu memiliki selisih gol +21 dan berada di posisi empat klasemen. Namun kini, sembilan laga setelah Solskjaer menukangi United, mereka berhasil melewati The Blues di papan klasemen dan unggul satu poin. United kini memiliki selisih gol +17 sementara Chelsea +16.

Sebuah catatan impresif untuk United, dan petaka untuk Chelsea. Jika tak bisa memperbaiki performa, bukan tak mungkin Sarri hanya bertahan semusim bersama London Biru. Sebaliknya, jika United terus melaju dengan hasil positif, bukan tak mungkin Solskjaer diganjar kontrak permanen.

Apa Reaksi Kamu?