Tumbuh Organisasi Bank Pangan Yang Dikelola Oleh Mahasiswa di Gresik Jawa Timur

Tumbuh Organisasi Bank Pangan Yang Dikelola Oleh Mahasiswa di Gresik Jawa Timur

WinNetNews.com-Tingginya angka kelaparan di Indonesia menggugah hati mahasiswa Universitas Internasional Semen Indonesia (UISI) di Kabupaten Gresik, Jawa Timur, untuk membentuk organisasi bank pangan.

Dari data Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia (FAO), jumlah penduduk yang mengalami kelaparan di Indonesia mencapai 19,4 juta atau sepertiga dari 60 juta penduduk kelaparan di Asia Tenggara. Hal tersebut mendorong Departemen Manajemen UISI lewat Himpunan Mahasiswa Departemen Manajemen (HMDM) untuk mendirikan organisasi foodbank dimana bertujuan menekan angka kelaparan di Indonesia. Ini sekaligus tunjukkan eksistensi mahasiswa sebagai agen perubahan untuk masyarakat."Di sinilah fungsi kami sebagai kelompok perubahan bagi masyarakat. Kami ingin menunjukkan kepedulian dengan membantu masyarakat yang kurang mampu dalam memenuhi kebutuhan pangannya," ungkap Faris Fakhrizal selaku Kepala Departemen Relasi Publik HMDM UISI, Rabu (1/6/2016). Foodbank sendiri awalnya berdiri di Arizona Amerika Serikat. Food bank pertama bernama St. Mary’s Food Bank Alliance yang ditemukan oleh John Van Hengel tahun 1967. Menurut Professor sociology Janet Poppendieck, pada saat itu kelaparan di Amerika meluas sehingga membutuhkan pemecahan masalah hingga pertengahan tahun 1960-an.

Melalui organisasi ini, HMDM mengajak seluruh lapisan masyarakat, perusahaan, dan pemerintah, untuk turut berpartisipasi."Ke depan kami berharap, organisasi foodbank akan dapat menjadi penghubung bagi partisipan dengan masyarakat kurang mampu, mengenai koordinasi dan informasi pangan,” jelasnya. Organisasi foodbank ini adalah proyek lanjutan mahasiswa angkatan pertama dalam mata kuliah Proyek Bisnis Sosial (PBS) UISI. Keuntungan dari masing-masing bisnis mahasiswa pada mata kuliah PBS ini bakal dikumpulkan untuk mendirikan organisasi tersebut."Mayoritas pendanaan pendirian organisasi foodbank ini berasal dari keuntungan penjualan dari bisnis mahasiswa di mata kuliah Proyek Bisnis Sosial," terang Ika Nur Susilowati, yang bertugas dalam tim pendanaan.

Departemen Manajemen UISI dukung penuh agenda sosial ini. Lewat mata kuliah Proyek Bisnis Sosial, departemen tersebut tetapkan syarat kelulusan mata kuliah PBS bagi para mahasiswanya dengan cara berbisnis selama satu semester, lalu menyumbangkan sebagian keuntungan bisnisnya kepada organisasi foodbank. "Perputaran dana operasional foodbank nantinya akan disokong dari donatur bisnis mahasiswa dan juga perputaran dana foodbank itu sendiri," ungkap Kepala Departemen Manajemen UISI Rosa Rilantiana. Rosa melanjutkan, hal tersebut sengaja dilakukan supaya mahasiswa paham bahwa bisnis tidak melulu untuk mengejar keuntungan materi. Seorang pebisnis pun dituntut untuk bisa berlaku sosial di kehidupan sehari-hari mereka.

Namun di Indonesia kini juga ada foodbank lain seperti organisasi Foodbank of Indonesia. Organisasi ini telah berdiri sejak 21 May 2015 yang telah melakukan sejumlah kegiatan sosial dalam bidang pangan bekerjasama dengan sejumlah pihak seperti tebar hewan qurban di area terpencil di wilayah Magelang dan Yogya, pembagian susu gelas kepada 18.478 anak sekolah dan makan pagi untuk 1.730 ibu dan ibu melahirkan dari kalangan kurang mampu.

Dari Berbagai Sumber

Foto:kompas.com