Tuntut Kenaikan Upah, Ribuan Buruh Bakal Demo di Depan Kantor Anies

Anggara Putera Utama

Dipublikasikan sebulan yang lalu • Bacaan 1 Menit

Tuntut Kenaikan Upah, Ribuan Buruh Bakal Demo di Depan Kantor Anies
Ilustrasi demo buruh (Foto: ANTARA)

Winnetnews.com -  Buruh yang tergabung dalam Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) akan melakukan aksi turun ke jalan hari ini. Ada empat isu yang akan menjadi tuntutan dalam aksi tersebut, salah satunya adalah kenaikan Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) 2022 sebesar 7-10%.

"26 Oktober dari jam 9 atau 10 pagi sampai selesai seluruh anggota KSPI akan melakukan unjuk rasa lapangan. Yang dituntut ada empat isu, (pertama) naikkan UMK 2022 sebesar 7-10%," kata Presiden KSPI Said Iqbal dalam konferensi pers virtual, Senin (25/10) kemarin.

Aksi yang bakal digelar di seluruh Indonesia ini akan diikuti oleh ribuan buruuh di depan kantor Gubernur, Bupati/Walikota di wilayah masing-masing. Said menjelaskan untuk massa di Jakarta aksi kan dilakukan di depan kantor Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

"Jumlah massa yang akan terlibat lebih dari 10.000 orang, diikuti 1.000 pabrik di 24 provinsi dan lebih dari 100 Kabupaten/Kota. Di Jakarta, aksi akan dipusatkan di Balai Kota, kantor Gubernur DKI Jakarta," tuturnya.

Tuntutan kenaikan UMK 2022 itu didapat setelah KSPI melakukan survei dengan hasil rata-rata 60 barang Kebutuhan Hidup Layak (KHL) mengalami kenaikan.

"Dari survei ditemukan yang paling mengalami lonjakan kenaikan harga adalah transportasi, terutama angkot dengan pandemi sedikit sekali yang beroperasi jadi berpindah ke transportasi online sehingga biaya transport meningkat tajam. Terus harga bahan pokok juga meningkat rata-rata 7-10%," bebernya.

Said menyebut jika pemerintah tidak merespons aksi tersebut maka bukan tidak mungkin setelahnya akan ada aksi yang lebih besar dan berujung pada aksi mogok kerja.

"Besok adalah aksi awal buruh turun ke jalan. Kalau tidak didengar, itu akan ada aksi lanjutan dan puncaknya tidak menutup kemungkinan melakukan aksi pemogokan, setop produksi, tapi kita akan lihat perkembangannya," imbuhnya.

Share This Story

RELATED ARTICLE

Loading interface...