Tur Dunia Tak Sebesar yang Diharapkan, BLACKPINK Tak Bisa Selamatkan Krisis Keuangan YG Entertainment!

Nisa Diniah
Nisa Diniah

Tur Dunia Tak Sebesar yang Diharapkan, BLACKPINK Tak Bisa Selamatkan Krisis Keuangan YG Entertainment! Foto: Knetizen

Winnetnews.com - Sepanjang tahun 2019, YG Entertainment ditimpa berbagai masalah, terutama dalam urusan saham. Sejak skandal Seungri dan Yang Hyun Suk pecah, YG Entertainment telah menderita banyak kerugian besar. Ditambah lagi kasus narkoba yang melibatkan B.I eks iKON menambah daftar panjang berbagai skandal yang dialami YG Entertainment

Selain penyelidikan dugaan prostitusi dan perjudian Yang Hyun Suk serta penyelidikan pajak oleh Layanan Pajak Nasional, YG Entertainment juga harus bersiap untuk mengembalikan investasi 67 miliar won (sekitar Rp 794 miliar) ke Louis Vuitton Moet Hennessy (LVMH) pada bulan Oktober 2019.

Ditambah lagi, artis-artis YG Entertainment yang telah mendominasi tangga musik dalam beberapa tahun terakhir, baru-baru ini harus berjuang keras untuk mencapai puncak tangga lagu. Akdong Musician sebagai salah satu penyanyi YG Entertainment dengan digital terkuat akan segera comeback pada 25 September mendatang, belum bisa diketahui apakah dampaknya akan cukup untuk mengubah krisis keuangan YG saat ini.

Disisi lain, debut boy group baru YG Entertainment yakni Treasure 13, yang dijadwalkan debut pada paruh kedua tahun ini telah ditunda tanpa pemberitahuan lebih lanjut. Hingga sekarang, belum ada jadwal comeback untuk grup iKON, Winner atau BLACKPINK.

Meskipun BLACKPINK baru-baru ini menggelar tur dunia mereka di berbagai negara, pendapatan konser mereka untuk paruh pertama tahun ini hanya sebesar 15 miliar won (sekitar Rp 177,5 miliar). Pendapatan konser mereka di Amerika Serikat bahkan tidak sebesar yang diharapkan.

Seorang sumber mengatakan bahwa pendapatan konser idol K-Pop di luar negeri adalah salah satu sumber utama pendapatan perusahaan dan tidak jelas apakah sumber pendapatan terbesar YG yang berasal dari BIGBANG akan segera diperbarui, mengingat beberapa member BIGBANG masih menjalani wajib militer. 

BLACKPINK dianggap tidak bisa menghasilkan pendapatan seperti yang diharapkan. "Mesin pertumbuhan" atau sumber penghasil pendapatan YG Entertainment  telah menghilang. Sehingga, mereka akan kesulitan untuk mengubah situasi keuangan saat ini.

Menanggapi hal ini, banyak netizen di situs Naver yang menyalahkan Yang Hyun Suk dan meminta artis-artis YG untuk meninggalkan agensi tersebut untuk pindah ke agensi baru. Seorang netizen bahkan mengatakan bahwa YG Entertainment didirikan oleh Yang Hyun Suk dan dihancurkan juga olehnya.

"Perusahaan seperti ini harus menghilang dan perusahaan yang lebih cocok akan tumbuh. Penyanyi yang tersisa juga harus segera meninggalkan YG untuk pergi ke agensi baru," kata seorang netter.

"YG adalah perusahaan hiburan, tetapi prostitusi dan narkoba adalah bisnis utama," ungkap netter lainnya.

"YG dibangun oleh Yang Hyun Suk dan juga dihancurkan oleh Yang Hyun Suk," komentar netter lain.

"Hari-hari BIGBANG mengumpulkan uang di Jepang hilang. Tetapi sulit untuk BLACKPINK menggantikan. Ketika mereka memulai Tur Dunia BLACKPINK, YG mulai kehabisan uang. Mengapa kamu tahu bahwa Park Jinyoung (CEO JYP Entertainment) sangat malu ketika dia pertama kali memasuki Billboard melalui Wonder Girls? Itu karena mereka tahu mereka tidak mampu. Defisit YG tidak akan terjadi jika mereka menyimpan royalti dan pendapatan dari aktor dan penyanyi yang ada. Alih-alih, apakah ini merupakan situasi di mana artis lain membayar biaya operasi BLACKPINK? Pada kuartal ketiga tahun ini, dengan kegiatan BLACKPINK, kemungkinan YG akan menguntungkan?" seru netter lain.

"Setelah YG membual tentang tur BLACKPINK, berapa banyak yang mereka hasilkan?" tambah netter lain.

"Faktanya, semua orang tahu, tetapi menyedihkan bahwa penggemar memiliki kepercayaan yang membuta pada YG," sambung netter lain.

"Aku mendengar bahwa BLACKPINK berhasil di Amerika," seru netter lain.

Apa Reaksi Kamu?