Uang di Rumah dan Kantor Sekretaris MA Terkait Dengan Kasus Edy Nasution?

Uang di Rumah dan Kantor Sekretaris MA Terkait Dengan Kasus Edy Nasution?

Selasa, 26 Apr 2016 | 09:48 | Fellyanda Suci Agiesta
WinNetNews.com - Rumah dan ruangan Sekretaris Mahkamah Agung Nurhadi digeledah oleh Komisi Pemberantasan Korupi (KPK). Mereka menemukan sejumlah uang yang cukup banyak. “Kami Mendapatkan banyak uang “. Kata Syarif di Jakarta, Senin (25/4/2016).

Menurut Syarif, uang tersebut masih berhubungan dengan kasus operasi tangkap tangan yang menjaring Panitera/Sekretaris Pengadilan Negeri Jakarta Pusat Edy Nasution.

“ada hubungannya dengan perkara. Kalau uang ada dipengadilan tidak mungkin tidak berhubungan dengan Negara, “ katanya.

Wakil ketua KPK Alexander Marwata menegaskan untuk mengungkap hubungan Nurhadi dengan Edy Nasution, KPK akan menggunakan melalui pendekatan aliran uang (follow the money). Marwata mengatakan bahwa akan mengembangkan apakah uang ini ada hubungannya antara uang yang diterima Edy dengan uang yang dirumah Nurhadi tersebut.

Dikutip dari Tribunnews , menurut Mawata, temuan uang tersebut bisa saja memang tidak berhubungan. Dalam artian, Nurhadi dan Edy melakukan transaksi sendiri-sendiri.

Sebelumnya, KPK telah memerintahkan Direktorat Jenderal Imigrasi mencegah Nurhadi berpergian ke luar negeri. Pencegahan itu tidak berselang lama usai penggeledahan di kantor dan rumah Nurhadi.

Penggeladahan yang terjadi memang tidak lama setelah KPK menanglkap Edy di kawasan Kramat Raya, Jakarta Pusat.

Edy tertangkap basah menerima uang sejumlah Rp 50 juta dari Doddy Aryanto Supeno, seorang perantara swasta.

Suap yang dilakukan berkaitan dengan pengajuan upaya hukum luar biasa peninjauan kembali dari dua perusahaan di PN Jakarta Pusat.

 

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...