(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Hasil Pencurian Rekening Bank Untuk Danai Teroris?

Cindy
Cindy

Hasil Pencurian Rekening Bank Untuk Danai Teroris? Foto:Istimewa

WinNetNews.com-  Para nasabah BRI di Kediri masih bingung kenapa uang tabungan mereka hilang secara tiba-tiba padahal mereka tidak melakukan transaksi sama sekali. Menurut Analyst Digital Forensic Ruby Alamsyah menjelaskan pencurian uang ini bermodus skimming dan tergabung dalam jaringan internasional.

Ruby menjelaskan, uang hasil pencurian dengan modus skimming ini digunakan untuk mendanai terorisme di luar negeri. Ia menjelaskan, untuk kegiatan terorisme mereka memang mencari dana dengan melakukan peretasan dan pencurian uang nasabah perbankan. Uang ini akan digunakan untuk biaya operasional mereka. "Biasanya uang hasil skimming ini dipakai untuk pembiayaan teroris di luar negeri sana," kata Ruby.

Jaringan atau sindikat pencurian bermodus skimming ini memiliki standar operasional prosedur (SOP) yang sangat rapi. Mereka memiliki buku panduan sampai peralatan yang lengkap mulai dari alat penyalin sampai komputer. 

"Jaringan biasanya punya SOP yang rapi sekali, mulai dari perekrutan, menjalankan tugas hingga pembagian fee kepada pelaku operasional semuanya terstruktur," lanjut Ruby.

Pelaku atau aktor utama dibalik skimming ini berasal dari Ukraina, Bulgaria dan Rusia. Orang Indonesia hanya bertugas sebagai kaki tangan mereka.

Negara berkembang seperti Indonesia menjadi salah satu negara dengan target empuk untuk pembobolan rekening nasabah bank. Namun sampai saat ini dalang skimming di Indonesia belum pernah tertangkap.

Nasabah BRI dikediri, kehilangan uang mereka nominalnya juga beragam, antara Rp 2-3 juta. Pihak Kepala Cabang BRI Kediri, Dadi Kusnadi, mengaku telah mendapat laporan perihal kejadian ini. Ia telah meneruskan laporan tersebut ke kantor BRI pusat untuk menyelidiki penyebab berkurangnya saldo para nasabah.

"Kami tidak tahu tiba-tiba uang nasabah hilang begitu saja. Jadi, kami lapor ke pusat. Dugaan sementara, ini adalah skimming, yaitu penyadapan data nasabah, sehingga saat transaksi PIN nasabah bocor," kata  Dadi Kusnandi. 

Kapolsek Ngadiluwih AKP Sokhib Dimyati mengimbau nasabah untuk tetap tenang dan tidak panik, karena ada niat baik dari pihak bank untuk menyelesaikan permasalahan tersebut.


 

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});