Skip to main content

Uang Sekoper di Rumah Pejabat MA yang Ditangkap KPK

Uang Sekoper di Rumah Pejabat MA yang Ditangkap KPK
Uang Sekoper di Rumah Pejabat MA yang Ditangkap KPK

WinNetNews.com - Selain mengamankan uang cash Rp 400 juta di paper bag, KPK juga mengamankan uang sekoper di rumah pejabat MA Andri Tristianto Sutrisna (ATS). Uang Rp 400 juta merupakan uang dari terpidana korupsi yang belum ditahan, Ichsan Suwandi. Lalu uang siapakah yang ada dalam satu koper itu?

Hingga pagi ini, Senin (15/2/2016), KPK masih menelusuri kepemilikan uang tersebut. KPK masih memyimpan rapat-rapat operasi uang sekoper yang ditemukan di rumah mewah milik Andri di bilangan Gading Serpong, Tangerang Selatan.

Jumat (12/2/2016) malam. Ketiganya adalah Kasubdit PK dan Kasasi Perdata dan Khusus MA Andri Tristianto Sutrisna, pengusaha Ichsan Suaidi dan pengacara Awang Lazuardi Embat.

Berikut kronologi penangkapan Andri sebagaimana dirangkum dari sumber detik.com:

9 September 2015

MA menghukum Ichsan selama 5 tahun penjara dan harus mengembalikan uang yang dikorupsi sebesar Rp 4 miliar. Ichsan di kasus ini tidak ditahan. Ichsan lalu memutar akal bagaiman caranya agar ia tidak buru-buru dipenjara. Ichsan lalu meminta bantuan Andri untuk menunda putusan tersebut.

Jumat, 12 Februari 2016

Pukul 14.00 WIB

Andri masih rapat di MA hingga jam pulang kantor.

18.00 WIB

Ichsan menyerahkan uang Rp 400 juta ke Awang dan meminta uang itu diserahkan ke Andri.

22.00 WIB

Awang menyerahkan uang ke Andri di parkiran sebuah hotel di Gading Serpon, dekat rumah Andri.

22.30 WIB

KPK mengamankan pengacara Awang. Kemudian KPK membuntuti Andri yang pulang ke rumahnya di San Lorenzo, Gading Serpong.

23.00 WIB

KPK menggerebek rumah Andri yang bernilai lebih dari Rp 3 miliar.

"Di rumah ATS ditemukan uang 400 juta yang ada di dalam paper bag dan ada uang lainnya di koper lain," kata juru bicara KPK, Yuyuk Andriati.

Sabtu, 13 Februari 2016

00.00 WIB

KPK menangkap Ichsan di sebuah apartemen di Jakarta. KPK lalu menggelandang mereka ke markas KPK.

17.00 WIB

KPK menetapkan Andri, Ichsan dan Awang sebagai tersangka. Mereka lalu ditahan di tempat terpisah.

23.30 WIB

Andri digelandang dari gedung KPK ke mobil tahanan. Ia membela diri bahwa ia melakukan perbuatan itu seorang diri.

"Tidak terkait (pejabat) yang lain," kata Andri sambil menutup mukanya.

Hingga hari ini, misteri uang sekoper tersebut masih misterius. Apakah termasuk paket dari Ichsan untuk menunda salinan putusan atau uang korupsi dari perkara lainnya.

Minggu, 14 Februari 2016

Jubir MA hakim agung Suhadi belum memastikan status Andri.

"Setahu saya belum (diganti), tapi ini kan hari libur, jadi saya kira memang belum. Senin kita lihat," kata Suhadi.

Apa pendapat Anda mengenai artikel ini?

Loading Rating...

Komentar:

Loading...
Top