(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Uluran Tangan Negara-Negara Sahabat Untuk Padamkan Api di Hutan Indonesia

Rani
Rani

Uluran Tangan Negara-Negara Sahabat Untuk Padamkan Api di Hutan Indonesia

WinNetNews.com - Kebakaran hutan yang berdampak pada kabut asap di Indonesia banyak mendapat sorotan dari dunia. Sejumlah negara berbaik hati memberikan bantuan kepada Indonesia untuk mengatasi kebakaran hutan dan lahan, diantaranya Malaysia, Singapura, Rusia, hingga Jepang.

Menurut Menteri Luar Negeri Retno Lestari Priansari Marsudi, bantuan yang diberikan asing bukan hanya pesawat untuk water bombing. Namun juga beberapa hal lainnya. Malaysia mengirimkan 1 pesawat jenis bombardir 415 MP dengan kapasitas 6.000 liter.

Selain itu, Singapura juga mengirimkan bantuan berupa pesawat Singapura Chinok yang mampu mengangkut 5 ribu liter air. Sementara itu, Australia akan berikan bantuan berupa kirimkan pesawat Hercules dengan kapasitas 15 ribu liter. Tim sudah berada di lapangan untuk mempersiapkan.

Pemerintah Jepang juga akan memberi bantuan meskipun bukan berupa pesawat water bombing. Bantuan yang akan diberikan adalah berupa bantuan chemical subtance untuk mempercepat proses pemadaman.

"Pemerintah Jepang akan berikan bantuan chemical substance untuk mmempercepat pemadaman, beserta expert untuk penggunaan itu. Para ahli ini berkoordinasi dengan gubernur," ungkap Retno saat jumpa pers di kantor Kemenkopolhukam.

"Dengan Rusia rencananya akan ada (bantuan) dua pesawat amfibi BE-200 yang bisa angkut 12 ribu liter. Lalu saat ini sedang dibahas dengan Thailand dan China untuk kerja sama yang akan diperlukan," sambungnya.

Masa kerjasama untuk menanggulangi kebakaran hutan yang terjadi di beberapa wilayah Indonesia akan disesuaikan dengan kebutuhan. Namun demikian, Kemenlu akan bersiaga 24 jam untuk melakukan proses-proses yang diperlukan.

"Begitu sudah ok clearance, dapat sesegera mungkin. Mengenai bantuan sampai kapan, sesuai kebutuhan di lapangan. Dari waktu ke waktu akan terus dilihat sampai sejauh mana," jelas Retno.

 

Disamping itu, Menko Polhukam Luhut B Pandjaitan menyatakan bahwa selain bantuan yang berasal dari pihak pemerintah Rusia, beberapa perusahaan dari negeri tersebut juga menawarkan bantuan. Namun demikian bantuan yang ditawarkan itu bersifat komersial dan harus membayar.

"Memang ada tawaran komersial dari Rusia, tapi kita pelajari dulu bagaimana nanti prosesnya," jelas Luhut.

Bantuan dari negara-negara ini menurutnya akan berlangsung masing-masing selama 2 minggu. Meski tidak akan menyelesaikan permasalahan kebakaran hutan dan lahan, disebut Luhut bantuan ini akan banyak membantu.

"Saya nggak yakin 2 minggu selesai tapi akan berkuranng signifikan. Dengan adanya pesawat-pesawat (bantuan) ini kita harapkan bisa kurangi kebakaran dalam beberapa hari ini. Tapi kalau selesai secara totaly perlu ada hujan terus menerus selama 2 minggu," tukas Luhut.

Dengan adanya bantuan asing, apakah ini menunjukkan Indonesia tidak mampu menyelesaikan permasalahan kebakaran hutan dan lahan?

"Sebenarnya bukan nggak mampu, tapi kita ingin mempercepat. Karena dampak el nino ini memang sedemikian parahnya," tutupnya.

Dalam jumpa pers ini juga dihadiri oleh Menkes Nila Moeloek, Menteri LHK Siti Nurbaya, dan Kapolri Jenderal Badrodin Haiti. Serta perwakilan Panglima TNI yakni Kasum TNI Marsekal Madya Dede Rusamsi dan Wakil Kepala BNPB Tri Budiarto.

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});