Uniknya orang Indonesia, yang miliki mata biru di Sultra dan Aceh

Uniknya orang Indonesia, yang miliki mata biru di Sultra dan Aceh

Senin, 15 Agt 2016 | 22:26 | Rike

WinNetNews.com -Di Indonesia, yang termasuk kawasan Asia Tenggara ternyata masih ada orang-orang yang memiliki fisik layaknya orang di benua Eropa. Memiliki mata berwarna biru, kulit putih, rambut pirang khas ras Kaukasoid.

Di Desa Waindawula, Kecamatan Siompu Timur, Kabupaten Buton Selatan (Busel) ternyata terdapat ras masyarakat yang memiliki mata berwarna biru. La Ode Yusri MA, peneliti budaya dan bahasa Sulawesi Tenggara, menceritakan penelusurannya terhadap masyarakat bermata biru di Siompu Timur. Ia waktu itu melakukan penelitian budaya di Pulau Siompu sejak tahun 2006. Salah satu desa di Siompu Timur menurutnya memiliki bahasa yang unik. Ia kemudian memutuskan mengumpulkan data bahasa di Siompu Timur. Ia sempat bertemu seorang pedagang dan berdialog, pedagang itu bernama Umar yang mengungkapkan keberadaan masyarakat bermata biru.

image0

Dari sanalah keingintahuannya terus berlanjut hingga akhirnya ia bertemu dengan Dala (50) guru SD di desa Waindawula yang juga seorang petani. Dala memiliki tubuh tinggi, rambut pirang, kulit putih, dan matanya memang biru. Anaknya bernama Ariska Dala (15), juga memiliki mata biru. Menurut Dala, pada abad 16 atau sekira awal tahun 1600-an, Pulau Siompu jadi tempat persinggahan pelaut dari Eropa. Termasuk dari Portugis. “Itu jauh sebelum datang Belanda,” kata dia. Bentuk persahabatan warga Siompu dengan Portugis waktu itu, pemimpin Portugis mempersunting gadis bernama Waindawula. Gadis ini merupakan cucu dari La Laja, seorang bangsawan Wolio. Salah seorang keturunan La Laja ini La Ode Ntaru, Lakina Liya (Raja Liya) yang berkuasa tahun 1928. Perawakan La Ode Ntaru ini mirip orang Eropa. Tapi tak ada warisan pigmen pada turunannya di Wakatobi yang bermata biru.“Sebenarnya banyak yang kawin mawing (kawin silang) dengan pasukan Portugis ketika itu. Keturunan mereka juga banyak bermata biru. Kalau tidak biru matanya, biasanya rambutnya yang berwarna pirang. Tapi yang tahu persis, itu kakak saya yang di Ambon itu cerita lengkapnya,” cerita Dala.“Masih banyak sebenarnya yang mewarisi mata biru ini. Hanya mereka banyak yang pindah,” ujarnya.

image1

Sementara di Aceh juga ada orang-orang Indonesia dengan warna mata yang berbeda dari umumnya. Di Lamno, ibu kota Kecamatan Jaya, populer sebab sebagian penduduknya tidak seperti warga Aceh kebanyakan. Meski dari kampung, fisik mereka mirip orang Eropa: Mata biru kecokelatan, hidung mancung, kulit putih, rambut pirang, dan perawakan tinggi. Mereka kebanyakan penduduk asli Daya. Seperti dimuat Radio Nederland, 5 April 2012, seorang warga Desa Ujong Muloh, Wahidin, yang pun punya darah Portugis, mengatakan jumlah para warga keturunan ini sangat berkurang. Yang ada kini, "merupakan keturunan ke delapan karena dari orangtua kami ada yang kelima dan enam. Di kabupaten Aceh Jaya dan khususnya Kecamatan Jaya, dan Kecamatan Indra Jaya di Kecamatan Baru, terdapat beberapa desa yang dihuni oleh penduduk keturunan Portugis yang pada abad ke-14 sampai ke-16 terdampar di daerah kerajaan Daya," tutur Wahidin. Konon, di zaman dulu, masyarakat Kerajaan Daya menyelamatkan orang-orang Portugis dan menikahkannya dengan penduduk sekitar. Kala itu, kapal perang Portugis terdampar di perairan Lamno. Desa-desa yang menjadi basis keturunan Portugis, yaitu desa Ujong Muloh, Kuala Daya, Gle Jong, Teumareum dan Lambeso, ini hampir semua wanita dan prianya berciri khas kulit putih, rambut pirang dan hidung mancung. Tambahan lagi, para prianya memiliki bulu tebal di tangan dan dada. Walau berwajah kaukasia, budaya mereka kental Aceh dan Islam. "Di Lamno pengaruh Islam luar biasa. Tentara Portugis yang telah kawin dengan dengan masyarakat Lamno mengikuti agama Islam," terang Wahidin.


TAGS:

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...