Skip to main content

Untuk Calon Ibu, Inilah Waktu yang Tepat Untuk Cepat Hamil

Untuk Calon Ibu, Inilah Waktu yang Tepat Untuk Cepat Hamil
Untuk Calon Ibu, Inilah Waktu yang Tepat Untuk Cepat Hamil

WinNetNews.com - Tidak ada perasaan lain yang bisa mengalahkan kegembiraan menikmati menjadi seorang ibu setelah Anda menikah. Pada saat hamil, setiap hari bisa tampak seperti petualangan menegangkan bagi Anda, karena tubuh Anda mulai bekerja dan memiliki tanggungan sebagai 'hidup berharga' itu. Tapi apakah Anda pernah berpikir kapan waktu yang tepat untuk hamil? Nah, ada waktu tertentu yang menjamin agar Anda bisa menikmati masa hamil. Waktu terbaik untuk melakukan hubungan intim disebut 'jendela kesuburan'.

Dikutip dari Boldsky , inilah waktu terbaik untuk hamil bagi Anda para calon ibu:

1. Setelah ovulasi atau sebelum ovulasi?

Ovulasi adalah proses pelepasan telur yang siap dibuahi dari ovarium. Umumnya, semua wanita menghadapi periode kesuburan yang berlangsung selama 4-5 hari sebelum ovulasi. Di antaranya beberapa hari, hari-hari paling subur bagi seorang wanita adalah hari ovulasi dan dua hari sebelum ovulasi. Namun, ada berbagai mitos yang terkait dengan ovulasi dan beberapa mengatakan, hal itu terjadi di tengah-tengah siklus menstruasi, sebagian besar percaya itu.

2. Bagaimana untuk mengetahui apakah seorang wanita berovulasi?

Ketika berbicara tentang ovulasi, perhatian yang paling penting adalah bagaimana seorang wanita akan tahu apakah dia berovulasi pada hari tertentu. Untuk beberapa wanita, ada rasa ketidaknyamanan di perut untuk mengalami beberapa perubahan fisik. Terjadi peningkatan keputihan juga merupakan salah satu di antara tanda-tanda seorang wanita yang berovulasi. Namun, Anda dapat mengamati tanda-tanda ini 10-12 hari sebelum Anda memiliki siklus berikutnya.

3. Apakah ini meningkatkan kemungkinan hamil?

Sementara seorang wanita berovulasi, ada peningkatan jumlah estrogen dalam lendir serviks, yang menghasilkan peningkatan peluang seorang wanita untuk hamil. Namun, jika Anda tetap melacak dari siklus menstruasi Anda dan ovulasi Anda, ini meningkatkan kemungkinan kehamilan bagi seorang wanita. Hubungan intim setelah ovulasi tidak bermanfaat bagi anda dengan cara apapun dan karenanya Anda tidak mungkin untuk hamil. Namun, itu selalu baik untuk berhubungan seks dua atau tiga kali sepanjang siklus Anda, bukan hanya fokus pada hari ovulasi.

4. Apa faktor-faktor yang dapat mempengaruhi kehamilan?

Ada berbagai faktor yang dapat mempengaruhi tubuh Anda dalam banyak cara dan karena itu anda perlu menghindarinya untuk kehamilan yang sehat.

Berikut adalah beberapa faktor yang dapat mempengaruhi peluang Anda untuk hamil:

- Gaya Hidup: Jika Anda mengikuti gaya hidup yang mencakup asupan obat, alkohol atau merokok, kemungkinan seorang wanita untuk mendapatkan kehamilan akan berkurang. Merokok atau minum alkohol dapat menurunkan kesuburan seorang wanita. Namun, ada berbagai obat-obatan yang dapat membantu untuk memerangi kebiasaan ini. Jika Anda masih sulit menghindari gaya hidup ini, segera konsultasikan dengan dokter Anda.

- Stres mental: stres mental yang Anda rasakan juga dapat memutuskan kapasitas untuk hamil. Setiap wanita menderita frustrasi, depresi, stres atau trauma emosional lainnya yang bisa menurunkan peluang untuk hamil. Tidak hanya mental kesejahteraan, tetapi kesehatan fisik juga memainkan peran utama. Berat badan tiba-tiba turun atau penurunan berat badan dapat menurunkan peluang Anda untuk hamil.

- Frekuensi: Frekuensi berhubungan seks juga menentukan kemungkinan Anda melahirkan bayi. Jika Anda berhubungan seks lebih sering, maka ada kemungkinan beberapa sperma harus dipertahankan dalam tuba falopi, yang meningkatkan kemungkinan untuk hamil. Jika seks adalah hal yang langka dalam hubungan Anda, dapat menurunkan kemungkinan kehamilan.

Apa pendapat Anda mengenai artikel ini?

Loading Rating...

Komentar:

Loading...
Top