Untuk Freeport, Sengkarut kontrak dan karpet merah

Muchdi
Muchdi

Untuk Freeport, Sengkarut kontrak dan karpet merah

WinNetNews.com - Memperpanjang kontrak Freeport di Papua, bakal diberikan Sinyal oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Sudirman Said. Perpanjangan kontrak ini jadi yang ketiga kalinya selama Freeport beroperasi sejak 1967.

Setelah revisi Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 77 Tahun 2014 tentang Usaha Pertambangan Mineral dan Batubara (Minerba), Keputusan perpanjangan tersebut baru bisa dilakukan.

Dalam beleid itu menginstruksikan keputusan perpanjangan baru akan diberikan dua tahun sebelum masa kontrak habis. Sedangkan kontrak Freeport baru habis pada 2021 mendatang. Artinya, Freeport baru bisa perpanjang di 2019 mendatang.

Klausul itu ini rencananya akan diperlonggar, sehingga memperpanjang batas waktu kontrak tambang mineral logam menjadi paling lama sepuluh tahun dan paling cepat dua tahun. Sedangkan untuk mineral nonlogam, perpanjangan kontrak paling cepat menjadi lima tahun dan paling lambat dua tahun.

Baca juga : Freeport : Pajaknya Minta Diistimewakan

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Sudirman Said. diJakarta, Lansiran Merdeka, Kamis (9/10), Mengatakan "Setelah melalui komunikasi intensif dan konsultasi pimpinan, kami bersama Freeport jaga kelangsungan investasi jangka panjang yang nilainya belasan miliar dolar,"

 

Namun, Sudirman Said mengaku belum bisa memastikan kapan revisi UU bisa ditandatangani dan perpanjangan Freeport bisa segera dilakukan. Namun, Sudirman berharap Freeport tetap melanjutkan penambangan mereka.

"Kami tidak mungkin memberikan approval legal selama PP-nya belum diubah," kata dia.Dengan adanya kepastian akan perpanjangan kontrak karya ini, maka Freeport dapat terus melakukan investasi di Indonesia, seperti pembangun smelter dan pengembangan tambang bawah tanah. Jaminannya pemerintah akan segera menyelesaikan revisi PP tersebut.

"Ini kemajuan karena dengan demikian tidak ada deadlock. Freeport bisa melanjutkan rencana kerja, kami sebagai pemerintah memfasilitasi," jelas dia.

Sikap Menteri Sudirman tersebut menuai protes keras dari Menteri Koordinator Kemaritiman dan Sumber Daya Rizal Ramli.

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});