Upaya Bekasi Kelola Sampah Berbasis Listrik
Pengelolaan sampah di TPST Bantargebang, Bekasi. (Foto: Wartakota Tribunnews)

Upaya Bekasi Kelola Sampah Berbasis Listrik

Jumat, 13 Sep 2019 | 10:23 | Khalied Malvino

Winnetnews.com - Pengelolaan sampah ada baiknya jika melihat lingkungan sekitar agar tak menimbulkan bau busuk. Untuk mengatasi hal tersebut, Bekasi, baik Kota maupun Kabupaten berupaya membangun infrastruktur pengelolaan sampah berbasis listrik.

Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi lebih dulu mengelola sampah berbasis listrik ini. Pihak Pemkot Bekasi sudah menjalin kerjasama dengan tiga perusahaan swasta, antara lain PT Mamminasata Dalle Konstruksi, PT Matahari Hijau Energi, dan PT Bioelektra Power Indonesia di Stadion Patriot Chandrabaga, Bekasi, pada Selasa (10/9/2019).

Wakil Wali Kota (Wawalkot) Bekasi, Tri Adhianto Tjahyono mengungkapkan, pengelolaan sampah menjadi energi listrik menjadi satu target yang diminta oleh pemerintah pusat, dalam hal ini Kementerian Maritim sejak tahun lalu.

“Bekasi merupakan salah satu daerah yang jadi prioritas dimana pada 2020 sudah harus membangun instalasi secara fisik,” ujar Tri seperti dikutip AyoBandung.com.

Sementara itu, Kepala Bidang Kebersihan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bekasi, Dodi Agus Supriyanto menjelaskan, pihaknya hingga kini belum akan melakukan pengelolaan sampah berbasis listrik seperti yang sudah dimulai Pemkot Bekasi.

“Sampai saat ini belum ada pihak ketiga yang betul-betul serius mau menggandeng (kami) untuk pengelolaan sampah (berbasis listrik),” kata Dodi seperti dilansir AyoBekasi, Kamis (12/9/2019).

Meski begitu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi pernah akan mendapat bantuan dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dimana yang akan melaksanakan hibah tersebut adalah BUMD. Itu rencana pada 2015 lalu.

“Ternyata di pertengahan 2018 ESDM mengundurkan diri karena anggaran tidak siap,” ujarnya.

Dodi juga menegaskan bahwa pihaknya tidak ingin dijadikan ‘kelinci percobaan’ lantaran dana yang digunakan menggunakan APBD. Semuanya harus benar-benar terukur dan disiapkan secara matang.

“Karena memang belum ada satu kabupaten pun yang menjalankan teknologi ini. Saya maunya lihat dulu kabupaten lain yang sudah berjalan, baru kami ikut,” tandasnya.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...