Urgensi Revisi UU Terorisme, Polri: Sebelum Api Itu Terbakar, Kita Sudah Bisa Bergerak
Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Pol. Setyo Wasisto/Foto: Zool WNN

Urgensi Revisi UU Terorisme, Polri: Sebelum Api Itu Terbakar, Kita Sudah Bisa Bergerak

Senin, 29 Mei 2017 | 13:27 | Zulkarnain Harahap

WinNetNews.com - Desakan revisi Undang-undang Nomor 15 tahun 2013 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme untuk segera disahkan, semakin menguat. Dalam revisi itu, kata Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Pol. Setyo Wasisto ada poin penguatan sistem pencegahan yang saat ini sangat dibutuhkan Polri.

"Sekarang ini kita masih lemah dalam pencegahan terorisme," ujar Setyo, di Jakarta, Senin (29/05/2017).

Setyo berharap, revisi UU pemberantasan terorisme memberi kewenangan yang lebih leluasa bagi Polri untuk mengantisipasi gerakan kelompok teroris. Tak hanya menindak pelaku teroris, tetapi mencegah agar aksi tersebut tidak terjadi.

"Bukan seperti memadamkan api, tapi sebelum api itu terbakar, kita sudah bisa bergerak," kata Setyo.

Sebelumnya, Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian mendesak agar panitia khusus di DPR segera menyelesaikan pembahasan revisi UU pemberantasan terorisme. Poin krusial yang perlu ditambah yaitu kewenangan mengkriminalisasi orang yang bergabung dalam kelompok terorisme.

Dengan demikian, begitu ada yang bergabung ke kelompok tersebut, langsung ditangkap dan diproses hukum sebelum merencanakan aksi teror. Termasuk untuk mengkriminalisasi orang-orang yang berangkat ke Suriah untuk berlatih bersama ISIS. Dalam undang-undang yang ada di Indonesia, polisi tidak berwenang menangkap mereka begitu kembali ke Indonesia.

"Pulang ke sini pahamnya sudah radikal, ancaman. Dia harus berbuat dulu, membuat rencana dulu, baru bisa ditangkap," kata Tito.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...