Usaha Martabak Durian yang Hasilkan Omset 10 Juta Per Hari

Usaha Martabak Durian yang Hasilkan Omset 10 Juta Per Hari Sumber foto : Istimewa

WInnetnews.com - Sekilas kita mengira martabak durian yang dijual di Jalan Medan- Banda Aceh no 1 Geudong Aceh Utara seperti martabak telur atau roti cane. Tapi ketika melihat isi didalamnya. Wow! Ia adalah daging durian tanpa biji yang rasanya legit.

Orang yang melakukan perjalanan melintasi areal Geudong, rasanya tidak klop jika tidak mencicipi martabak durian ini.

Disamping warung juga terdapat  buah durian yang melimpah. Aroma khas durian serasa menyucuk hidung yang membuat penggemarnya gak tahan selera jika tak singgah.

Adalah Amir Hamzah (43), pemilik usaha Martabak Durian Samudra Pase. Pria ini meneruskan usaha tersebut dari ayah nya M Rasyib yang sudah berjualan martabak sejak tahun 1980-an.

“Mulanya gara-gara ayah diam-diam suka nyambi buat martabak durian, padahal saat itu dia jualan martabak telur dan roti cane,”terang Amir Hamzah membahas kenangan sang ayah.

"  Kadang-kadang kreasinya suka dibagi kepada teman-temannya. Terakhirnya besok sang teman malah pesan untuk dibuatkan martabak durian,"ujarnya. 

“Jadi roti  yang kami buat ini sama saja dengan rotinya untuk martabak telur dan roti cane. Bedanya hanya isi,”imbuhnya.

Gara-gara perubahan permintaan pasar, akhirnya sang ayah pun mengalihfungsikan martabak telur menjadi martabak durian.1300 bungkus perhariKarena unik dan satu-satunya gerai yang menjual martabak durian di kawasan se tempat, maka usahanya pun makin lama makin laris.

Kini selain bersantap di tempat, para pelanggan malah menjadikannya sebagai salah satu alternatif oleh-oleh khas Geudong.

Amir mengakui tiap harinya dirinya menjual 120 bungkus tiap hari untuk hari-hari weekend.  Perbungkus martabak dijual Rp 8 Ribu. Saat musim durian, maka hal itu adalah moment yang paling mengembirakan.

“Karena saya memiliki persediaan durian yang banyak,”akunya.

Dan pada saat durian langka dirinya pun tak jarang bergerilya hingga ke Medan, Tebing Tinggi bahkan Bahorok untuk mendapatkan durian demi kebutuhan usahanya.

“Meski durian harganya naik, saya tetap jual Rp 8 Ribu perbungkus,”akunya.