(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Usai Didatangi KPK, Bupati Malang Mundur dari NasDem

Rusmanto
Rusmanto

Usai Didatangi KPK, Bupati Malang Mundur dari NasDem istimewa

WinNetNews.com - Kabar mengejutkan dari Bupati Malang. Setelah Wali Kota Pasuruan, kini kantor dan pendopo Bupati Malang digeledah KPK, Senin (8/10) malam. Selama kurang lebih 2 jam, KPK menggeledah kantornya di Jalan KH Agus Salim dan mengamankan beberapa dokumen sebagai barang bukti.

KPK datang ke pendopo Pemkab Malang sehabis maghrib dengan menumpang dua kendaraan. Penggeledahan baru selesai sekitar pukul 20.30 WIB.

Dokumen yang diamankan petugas KPK salah satunya terkait dana kampanye dan dugaan korupsi. Bupati Malang Rendra Kresna mengaku sebelumnya tahun 2017 pernah diperiksa penyidik KPK soal DAK (Dana Alokasi Khusus) tahun 2011, dengan beberapa pejabat.

Saat diperiksa KPK setahun lalu, jelas dia, lantaran pengaduan dan laporan masyarakat. Surat pengaduan itu soal tagihan pembiayaan kampanye. Namun karena merasa tak berkaitan, dirinya tak merespon dan kemudian meletakkan di meja ruang kerjanya.

"Dulu memang pernah ada, beberapa orang datang soal dana kampanye itu. Tapi saya gak merespons, karena saya tak merasa menerima gratifikasi itu (Dana Alokasi Khusus)," beber Rendra sudah dua periode menjabat Bupati.

Ketua DPW Jatim NasDem menegaskan, dirinya tak terkait dengan dana kampanye yang pernah disampaikan kepada dirinya tersebut. 

Pascadidatangi KPK, Rendra mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Ketua DPW Jatim NasDem. Itu dilakukan didasari rasa tanggung jawab atas masalah hukum yang melibatkan KPK.

"Dalam surat pengunduran dirinya, Rendra Kresna menyebut bahwa pengundurannya sebagai kader NasDem didasarkan oleh rasa tanggung jawab atas masalah hukum yang melibatkan KPK," tulis siaran pers dari Ketua DPP Bidang Media dan Komunikasi Publik NasDem Willy Aditya.

Willy menegaskan NasDem memiliki kebijakan memberhentikan kadernya jika terlibat masalah hukum dengan KPK. 

"Opsinya hanya dua, mengundurkan diri atau diberhentikan dari struktur partai," tegas Willy. (detikcom)

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});