Usai Dikepung, Asrama Mahasiswa Papua di Surabaya Kini Dilempari Ular

Amalia Purnama Sari
Amalia Purnama Sari

Usai Dikepung, Asrama Mahasiswa Papua di Surabaya Kini Dilempari Ular Asrama mahasiswa Papua di Surabaya (sumber: ngopibareng.id)

Winnetnews.com - Pasca mendapatkan perlakukan rasial dari aparat keamanan beberapa waktu lalu, kini asrama mahasiswa Papua di Surabaya kembali mendapat teror dari pihak tidak dikenal.

Pada Senin (09/09), sekitar pukul 04.19 WIB, para mahasiswa yang berada di dalam asrama dikejutkan oleh adanya orang yang melempar karung-karung berisi ular.

Juru bicara asrama, Alince Takege, menyatakan bahwa saat kejadian, banyak penghuni asrama yang masih tertidur. “Ada yang teriak-teriak kala itu ‘ular-ular’ begitu. Teman-teman langsung panik, saya sendiri langsung terbangun,” jelas Alince, dikutip dari Nasional Tempo, Senin (09/09).

Yoab Orlando, salah satu penghuni asrama, mengatakan bahwa ada sekitar tiga ular yang dilemparkan ke asrama. Pertama adalah ular piton, dalam karung beras ukuran 15 kilogram. Tiga ular lainnya dimasukkan ke dalam kantong kain.

Ular piton yang masuk berhasil diamankan oleh mahasiswa, sedangkan sisanya lari menuju parit di sekitar asrama.

Terkait pelaku pelemparan ular, Yoab mengaku mereka sempat melakukan pengejaran terhadap para pelaku.

“Anak-anak sempat kejar, tapi (pelaku) lari. Mereka sempat menjatuhkan sebuah teropong. Waktu melempar itu mereka mengenakan pakaian preman. Kami lihat mereka ada empat orang menggunakan dua motor. Kami tidak bisa lihat mereka menggunakan motor merk apa, karena sudah keburu lari duluan,” jelas Yoab, dikutp dari CNN Indonesia, Senin (09/09).

Aksi pelemparan ular ini bukan kali pertama pasca insiden seruan rasis. Sebelumnya anak-anak asrama juga pernah mendapatkan teror berupa pelemparan cat oleh oknum yang tidak dikenal hingga merusak spanduk ‘Referendum is solution’ yang mereka pasang di depan asrama.

Menanggapi kasus ini, Polda Jawa Timur Komisaris Besar Frans Barung Mangera mengaku belum menerima laporan resmi dari masyarakat.

Apa Reaksi Kamu?