Usai Dikubur, Kakek Ini "Hidup Lagi" dan Membuat Pelayat Tertawa

Nurul Faradila
Nurul Faradila

Usai Dikubur, Kakek Ini "Hidup Lagi" dan Membuat Pelayat Tertawa Sumber: Mirror

Winnetnews.com - Setiap orang memiliki keinginan terakhirnya sendiri, sebelum ia pergi meninggalkan orang-orang terkasih. Seperti yang dimiliki oleh seorang pria asal Dublin, Irlandia.

Pria ini mempunya harapan terakhir yakni membuat orang-orang tercintanya tertawa saat ia meninggal, seperti yang dilakukan ketika ia hidup. Pria yang diketahui bernama Shay Bradley itu pun kemudian merencanakan prank sebelum ia meninggal, untuk mengucapkan salam perpisahan dan membuat para pelayat tertawa.

Video acara pemakaman kakek dari delapan orang cucu ini pun menjadi viral, setelah dibagikan ke media sosial.

Dalam video tersebut terlihat pelayat yang berkumpul di dekat liang lahat Shay bertepuk tangan saat musik pengiring penurunan peti jenazah tiba-tiba berhenti dan muncul suara seorang pria yang mengatakan “Halo” diikuti suara ketukan dari dalam peti.

Keluarga dan teman yang terkejut, terlihat menunjukkan ekspresi tidak percaya, terutama ketika Shay mengatakan “keluarkan aku”. Mereka sempat berpikir kalau Shay hidup lagi.

Kemudian, air mata yang sebelumnya mengalir pun berganti dengan gelak tawa, saat pria itu mengatakan, “Sangat gelap di sini."

Shay pun melanjutkan, “Keluarkan aku. Aku bisa mendengarmu! Itu suara pendeta kan yang aku dengar? Aku ada di dalam peti, bisakah kamu mendengarnya?”

Setelah lelucon itu berakhir, para pelayat pun baru mengetahui kalau Shay Bradley memang sudah merecanakan hal ini sebelumnya. Suara yang diputar tersebut, merupakan sebuah rekaman yang dilakukan Shay saat ia sedang sekarat dan mengatur sendiri agar suaranya dapat terputar saat peti matinya itu tepat saat ia akan dikebumikan.

Putrinya, Andrea menunggah vid ini ke Facebook dan mengatakan, “Harapan terakhir ayahku, selalu iseng dan membuat orang lain tertawa ketika kami membutuhkannya, aku mencintaimu selamanya,” tulis Andrea.

Ia pun menambahkan, “Adalah keinginannya saat sekarat supaya kami memutar ini, sungguh lelaki yang membuat kami tertawa karena sedih.”

Shay dilaporkan meninggal pada Jumat (11/10) minggu lalu, kemudian dimakamkan pada Sabtu (12/10).

Apa Reaksi Kamu?