Usai Hina Indonesia Miskin, Shamsubahrin Ismail Malah Salahkan Pemerintah Indonesia

Amalia Purnama Sari
Amalia Purnama Sari

Usai Hina Indonesia Miskin, Shamsubahrin Ismail Malah Salahkan Pemerintah Indonesia Shamsubahrin Ismail (sumber: Malay Mail)

Winnetnews.com - Bos Big Blue Taxi kembali membuat geram masyarakat Indonesia. Pasalnya, pria bernama Datuk Shamsubahrin Ismail itu kedapatan membuat pernyataan susulan yang menyudutkan pemerintah Indonesia.

Hal tersebut diketahui publik melalui sebuah video yang diunggah oleh akun gosip @lambe_turah di Instagram.

Dalam video tersebut, Shamsubahrin duduk di mobil dan terlihat marah. Sembari bersungut-sungut, ia berucap, “Rakyat Indonesia tak salah kalau dikatakan miskin. Yang salah itu adalah kerajaan Indonesia, pemerintah Indonesia yang salah.”

Melansir dari Akurat.co pada Senin (02/09), Shamsubahrin menyampaikan bahwa pemerintah Malaysia tidak sepatutnya ikut-ikutan pemerintah Indonesia.

“Pemerintah Malaysia harusnya tidak mengikuti jejak kesalahan yang dilakukan pemerintah Indonesia. Kenapa kita membiarkan anak muda Malaysia bekerja tanpa gaji tetap untuk membawa Gojek?”

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

A post shared by Bukan Akun Haters / Fanbase 😘 (@lambe_turah) on

Sontak, ucapan kontroversialnya kembali mendapat hujatan dari masyarakat Indonesia. Video unggahan Shamsubahrin di akun @lambe_turah tersebut bahkan mendapat lebih dari 15.000 komentar.

Diantara banyaknya pelaku bisnis Malaysia, Shamsubahrin merupakan salah pihak yang vokal menyuarakan ketidaksetujuannya perihal ekspansi ojek online. Beberapa media berspekulasi jika konfrontasi Shamsubahrin terhadap ekspansi Gojek dikarenakan ia takut bisnisnya kecolongan.

Tidak hanya Shamsubahrin, bos dari MyCar, Mohd Noah Maideen, menyebut jika ojek online yang beroperasi di Malaysia akan memunculkan masalah kemanan dan pelanggaran norma. Ia khawatir jika Gojek membuat bisnis e-hailing di Malaysia menjadi tidak sehat.

“Sebagai perusahaan yang baru beroperasi selama satu setengah tahun, tidak bijaksana untuk bersaing dengan perusahaan yang beroperasi selama lebih dari delapan tahun,” ucap Maideen.

Meskipun menimbulkan banyak skeptisme dari para pelaku bisnis lokal, ekspansi Gojek ke Malaysia ini sudah mengantongi lampu hijau dari pemerintah.

 

Apa Reaksi Kamu?