Usulan HPP Beras Dihapuskan?, ini Respon Darmin nasution

Rani
Rani

Usulan HPP Beras Dihapuskan?, ini Respon Darmin nasution

WinNetNews.com - Dalam sarasehan nasional ekonomi yang digelar malam ini di Gedung Bank Indonesia (BI), sejumlah Gubernur yang hadir menyampaikan keluh kesahnya terkait pengembangan ekonomi yang terhambat di daerahnya masing-masing.

Sebagian besar dari mereka menyoroti ketimpangan harga pangan di daerahnya dengan daerah perkotaan. Keluhan pertama, datang dari Gubernur Sulawesi Tengah, Longki Djanggola.

"Kawasan kami itu tergolong sebagai wilayah surplus beras. Tapi masyarakat kami sulit mendapatkan beras karena berasnya keluar semua ke daerah lain karena kalau ke daerah lain harga berasnya lebih mahal," kata dia dalam acara tersebut, Rabu (3/8/2016).

Bukan hanya sulit beras, masyarakat di Sulawesi Tengah juga harus membeli beras dengan harga yang tinggi yakni mencapai Rp 10.000/kg.

Dengan kondisi tersebut, ia mengusulkan, agar pemerintah menghapuskan ketetapan Harga Pokok Penjualan (HPP). Harapannya, penetapan harga tidak perlu mengacu HPP dan harga beras di kawasannya bisa ditekan hingga ke level yang terjangkau oleh masyarakat.

"Usul saya, kenapa nggak HPP itu dihapuskan saja!" tuturnya.

Menko Perekonomian Darmin Nasution merespons soal permintaan penghapusan HPP terkait beras. Menurutnya untuk mengatasi tingginya harga beras, penghapusan HPP bukan solusi.

"Kalau tidak ada HPP, ruginya banyak. Nanti akan ditekan kebawah harganya. Kalau ada HPP, ada harapan harganya tidak akan ditekan orang. Kalau harga tertekan, malah petani yang rugi," kata Darimin.

Darmin melanjutkan, HPP ditetapkan Pemerintah sebagai patokan agar harga jual komoditi yang bersangkutan tidak dijual dengan harga yang terlalu rendah sehingga merugikan petani.

Mengenai harga yang terlalu tinggi, Darmin melanjutkan, ada solusi lain yang tentunya bukan menghapuskan HPP.

"Harga terlalu tinggi, masalahnya memang mereka ada yang mau jual karena mereka mendapat harga yang menarik. Kalau ada yang melarang mereka menjual tentu juga tidak bijak, orang akan marah. Yang bisa dilakukan adalah bagaimana mendorong produksinya, tidak ada pilihan lain. Kalau jumlah produksi naik, otomatis harga akan turun," tandas Darmin. 

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});