Usut kasus RJ Lino, KPK Panggil 2 Pejabat Pelindo II Sebagai Saksi

Usut kasus RJ Lino, KPK Panggil 2 Pejabat Pelindo II Sebagai Saksi

Senin, 28 Des 2015 | 11:59 | kontributor

WinNetNews.com - Dua pejabat PT Pelindo II, dipanggil untuk diperiksa sebagai saksi terkait kasus korupsi pengadaan 3Quay Container Crane (QCC) di lingkungan PT Pelindo II dengan tersangka RJ Lino.

Baca juga artikel: Kasus Korupsi 3 QCC RJ Lino

Dilansir dari situs Detik, dalam agenda pemeriksaan, Senin (28/12/2015), dua saksi yang dipanggil adalah, Dedi Iskandar (ASM Properti II Subdit Perencanaan dan Pengembangan Bisnis II Pelindo II) dan Mashudi Sanyoto (Direktur Teknik dan Operasi PT Jasa Peralatan Pelabuhan Indonesia (JPPI)/Pegawai Pelindo II). Hingga pukul 10.30 WIB, keduanya belum terlihat tiba di gedung KPK.

Biasanya, saksi-saksi yang paling awal diperiksa dalam proses penyidikan adalah saksi kunci. Mereka sangat tahu tentang tindak pidana yang tengah ditangani.

Menurut Plt Kabiro Humas KPK, Yuyuk Andriati, pekan ini memang penyidik mulai memeriksa saksi-saksi kasus Pelindo II. Untuk RJ Lino akan diperiksa sebagai tersangka usai KPK memeriksa saksi-saksi kunci.

"Pekan ini ada pemeriksaan saksi-saksi dulu. Kalau untuk RJL belum ada panggilan," jelas Yuyuk.

RJ Lino ditetapkan sebagai tersangka dugaan korupsi pengadaan 3 QCC pada tahun 2010. Lino dianggap menyalahgunakan wewenang untuk memperkaya diri sendiri dan orang lain atau korporasi.

QCC adalah derek yang dipasang di bibir pelabuhan untuk bongkar-muat kontainer dari kapal. Sedangkan jenis twin lift maksudnya adalah derek yang bisa mengangkat dua kontainer sekaligus.

Pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan atas pengelolaan kegiatan investasi dan biaya pada Pelindo sejak 2010 sampai 2014 menyebutkan banyak kejanggalan atas pengadaan QCC twin lift itu. Mulai proses pengadaan hingga ketidaksesuaian derek itu dengan jenis pelabuhan tujuan.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...