Skip to main content

Usut Tuntas Uang Palsu, Mabes Polri: Warga Diminta Lapor

Usut Tuntas Uang Palsu, Mabes Polri:  Warga Diminta Lapor
Usut Tuntas Uang Palsu, Mabes Polri: Warga Diminta Lapor

WinNetNews.com - Bank Indonesia (BI) mendorong Polri untuk terus menindak kasus pengedaran uang palsu. Sebab, kasus pengedaran uang palsu di Indonesia sudah dalam tingkat yang mengkhawatirkan.

"Kejahatan uang palsu sudah dalam tahap mengkhawatirkan," kata Kepala Divisi Penanggulangan Uang Palsu BI, Hasiholan siahaan.

Selain harus memperhatikan rumus 3D yaitu dilihat, diraba dan diterawang, lanjut Hasiholan, pihaknya juga mengimbau masyarakat untuk lebih baik tidak menggunakan transaksi tunai jika hendak bertransaksi dalam jumlah besar.

Selain itu, Markas Besar Kepolisian RI (Mabes Polri) meminta masyarakat agar melapor jika menemukan uang palsu.

Direktur Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus (Dirtipideksus) Bareskrim Mabes Polri, Brigadir Jenderal (Brigjen) Polisi Agung Setya mengatakan, jumlah kasus terkait uang palsu terus meningkat dari tahun ke tahun.

"Kasus uang palsu ini cenderung meningkat baik dari segi jumlah maupun luas peredarannya," ujar Agung di Mabes Polri, Jakarta, Senin, 23 Mei 2016.

Menurut Agung, pada 2014, polisi berhasil mengungkap 47 kasus terkait uang palsu. Jumlah itu meningkat pada 2015 sebanyak 65 kasus. Seiring itu juga terjadi pertambahan jumlah tersangka.

"Jumlah tersangkanya juga terus meningkat, dari 81 tersangka di tahun 2014 jadi 119 di tahun 2015," katanya.

Untuk pencegahan peredaran uang palsu, menurut dia, pihak kepolisian bekerja sama dengan Bank Indonesia maupun bank konvensional lainnya.

Jangan sampai terjadi seperti kasus uang palsu kemarin, pelaku berhasil 10 kali melakukan aksinya tersebut, pelaku berhasil tertangkap di Kampung Rambutan, Jakarta Timur. Masyarakat harus terus mewaspadai beredarnya uang palsu dan mengerti perbedaan uang palsu dengan uang asli.

Apa pendapat Anda mengenai artikel ini?

Loading Rating...

Komentar:

Loading...
Top