Vaksin Ebola Ada Di Rusia?

Vaksin Ebola Ada Di Rusia?

Minggu, 24 Jan 2016 | 09:05 | Muhammad Takdir
WinNetNews.com - Presiden Rusia Vladimir Putin mengklaim bahwa negaranya telah mengembangkan vaksin untuk virus Ebola yang telah menewasan belasan ribu orang di Afrika Barat.

Sayangnya Putin tidak menyebutkan nama vaksin yang dikembangkan tersebut, termasuk bagaimana vaksin itu bisa bekerja mencegah atau mengobati orang yang terdampak virus Ebola yang mematikan.

Dalam kesempatan tersebut Putin juga tidak menyebutkan siapa pihak yang mengembangkan vaksin tersebut di Rusia, termasuk proses uji coba yang kemungkinan telah dilakukan.

“Kami punya kabar baik,” kata Putin seperti dikutip kantor berita RIA Novosti yang dilansir The Guardian, 14 Januari 2016.

 

“Kami telah mendaftarkan sebuah obat anti Ebola, yang setelah menjalani sejumlah uji coba telah menunjukkan hasil yang sangat efektif, lebih efektif dari obat-obat yang telah digunakan di seluruh dunia saat ini,” kata Putin.

Hingga saat ini belum tersedia vaksin untuk perawatan korban virus Ebola, dan Badan Kesehatan Dunia PBB (WHO) juga diberitakan telah melakukan pengembangan obat-obatan anti Ebola dalam program janka pendeknya.

Sementara itu sejumlah perusahaan farmasi telah menjanjikan akan menciptakan vaksin Ebola begitu kasus ini mencuat selama dua tahun lalu, dan menewaskan lebih dari 11.000 orang di Afika Barat. Namun sejauh ini belum ada yang diujicobakan secara umum, yang bisa membuktikan kemanjurannya.

Sejumlah perawatan terhadap pasien yang dijalankan saat ini juga belum ada yang memberikan hasil.

 

Menteri Kesehatan Rusia Veronika Skvortsova sebelumnya dalam sebuah pertemuan para menteri dengan Presiden Putin juga telah menyatakan bahwa Rusia telah mengembangkan vaksin yang unik dan belum ada yang menyamai di dunia.

Dan setahun sebelumnya, ada bulan Oktober 2014, Skvortsova juga telah mengemukakan bahwa Rusia berencana memproduksi tiga vaksi Ebola dalam waktu enam bulan, dan telah siap masuk ke tahap percobaan klinis.

(seperti dilansir dari Berita Satu)

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...