(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Velove Ungkap Ada Pihak yang Sentimen Terhadap OC Kaligis

Rani
Rani

Velove Ungkap Ada Pihak yang Sentimen Terhadap OC Kaligis

WinNetNews.com - Otto Cornelis Kaligis (OC Kaligis) dituntut 10 tahun penjara, denda Rp 500 juta, subsidair 4 bulan kurungan penjara atas kasus perkara dugaan suap hakim dan panitera PTUN Medan. Jaksa KPK meyakini Kaligis terbukti menyuap Hakim dan panitera pada Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Medan, Sumut.

Menanggapi hal itu, Velove Vexia mengaku kecewa dengan tuntutan tersebut. Menurutnya tuntutan tersebut sangat tidak fair. Velove berpendapat ada pihak-pihak yang sentimen terhadap papanya. Dia tak terima jika papanya mendapat hukuman berat, sebab papanya bukan seorang pejabat negara.

"Aku mikir apakah karena Papa selama ini selalu bertentangan dengan KPK, selalu ngomong kalau ada kejanggalan dengan KPK. Malah menerbitkan buku korupsi petinggi KPK, apakah itu alasan jaksa menuntut setinggi ini?" tegas Velove.

Untuk memberi dukungan pada papanya, Velove bersama sejumlah sahabat (Marshanda, Olivia Zalianti, dan Baim) mendatangi Pengadilan Tipikor hari ini, Rabu (25/11/15).

"Untuk teman-teman yang hadir nanti itu kan karena memang kenal sama papa, dan sempat menjadi klien papa juga," katanya.

Velove menyebut papanya sudah siap membacakan nota pembelaan (pledoi) dan sangat bersemangat untuk menjalani sidang lanjutan. Kaligis sudah mempersiapkan pembelaan atas tuntutan perkara yang tengah melilit pengacara kondang Tanah Air itu.

Baca juga artikel: OC Kaligis Bantah Berikan Uang Ke Ketua PTUN Medan

Disebutkan bahwa Kaligis bersama-sama dengan Moh. Yagari Bhastara Guntur alias Gary, Gatot Pujo Nugroho dan Evy Susanti memberikan uang total USD 27 ribu dan 5 ribu dollar Singapura (SGD).

Duit diberikan kepada tiga Hakim PTUN yakni Tripeni Irianto Putro sebesar SGD 5 ribu dan USD 15 ribu, Dermawan Ginting dan Amir Fauzi masing-masing sebesar USD 5 ribu serta kepada Syamsir Yusfan selaku Panitera PTUN Medan sebesar USD 2 ribu.

Menurut Jaksa, duit suap ini diberikan dengan maksud mempengaruhi putusan atas permohonan pengujian kewenangan Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara atas penyelidikan tentang dugaan terjadinya tindak pidana korupsi Dana Bantuan Sosial (Bansos), Bantuan Daerah Bawahan (BDB), Bantuan Operasional Sekolah (BOS), tunggakan Dana Bagi Hasil (DBH) dan Penyertaan Modal pada sejumlah BUMD pada Pemprov Sumatera Utara.

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});