Veronica Koman Ngaku Dapat Ancaman Pembunuhan dari Pemerintah Indonesia

Amalia Purnama Sari
Amalia Purnama Sari

Veronica Koman Ngaku Dapat Ancaman Pembunuhan dari Pemerintah Indonesia Veronica Koman (foto: Nasional Kompas)

Winnetnews.com - Aktivis sekaligus pengacara Hak Asasi Manusia (HAM) untuk urusan Papua, Veronica Koman, baru-baru ini buka suara mengenai intimidasi dan ancaman yang diterimanya oleh pemerintah Indonesia. Pengakuan ini diungkapkannya dalam sebuah wawancara eksklusif dengan media Australia, SBS News, yang disiarkan pada Kamis (03/10) lalu.

Veronica saat ini ditetapkan sebagai daftar pencarian orang (DPO) oleh Polda Jatim. Pengacara Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) tersebut dijadikan tersangka atas dugaan provokasi dan penyebaran informasi bohong terkait peristiwa yang terjadi di Asrama Mahasiswa Papua di Surabaya beberapa waktu lalu.

“Saya sudah diancam dibunuh sejak dua tahun lalu. Ancaman ini sekarang seperti sudah menjadi pengalaman sehari-hari. Saya juga mendapat ancaman pemerkosaan,” ungkap Veronica dalam wawancara.

Veronica juga mengaku jika klaim menegnai aksi kekerasan masyarakat Papua oleh oknum keamanan merupakan hal yang nyata. Ia menyampaikan jika hingga saat ini tidak ada satu pihak pun yang bisa membantah.

“Mereka mencoba membunuh saya selaku penyampai pesan. Mereka bahkan tidak bisa menyangkal data saya mengenai Papua. Mereka tidak bisa membantah sehingga mereka menghancurkan kredibilitas saya,” kata Veronica.

Tidak hanya itu, Veronica juga mengatakan jika keluarganya yang berada di Jakarta berada dalam bahaya karena pihak kepolisian sempat melakukan penggrebekan di kediamannya.

“Keluarga saya di Jakarta telah pindah dari sebulan yang lalu untuk menghindari adanya upaya intimidasi seperti itu,” jelas Veronica kemudian.

Polda Jawa Timur telah menerbitkan DPO bernomor DPO/37/IX/RES.2.5./2019/DITRESKRIMSUS yang dikeluarkan oleh kepolisian usai melakukan sejumlah gelar perkara. Sampai saat ini status Veronica adalah buron.

Apa Reaksi Kamu?