Video ISIS Bersama Anak - Anak Beredar

Video ISIS Bersama Anak - Anak Beredar

Jumat, 20 Mei 2016 | 08:50 | Fellyanda Suci Agiesta
WinNetNews.com - Telah beredar video ISIS pada Kamis (19/05). Video berjudul The Generation of Epic Battles – Wilāyat al-Barakah itu beredar di internet melalui portal berita dan media sosial. Dalam berdurasi 15 menit tersebut menunjukkan anak-anak berlatih menggunakan senjata.

Kepala Divisi Humas Polri Boy Rafli Amar mengatakan, pihaknya akan mengerahkan tim cyber untuk melacak identitas anak-anak dan orang dewasa dalam video tersebut, termasuk dua orang Indonesia yang disebut Abu Nashir Indunisiy dan Abu Faiz Indunisiy.

"Kita akan pelajari dulu, mencari tahu. karena bisa saja di luar Indonesia. Kalau tidak di Indonesia ya tentunya ada kendala untuk mencari tahu lebih detail ya," ujarnya 

Isi dalam video tersebut memperlihatkan anak-anak membakar paspor sebagai tanda 'melepaskan diri' dari kewarganegaraan Indonesia dan Malaysia, sebelum mereka membakar paspor-paspor itu, laki-laki yang disebut "Abu Thalha Malizi" berseru lantang dengan logat melayu. Tidak hanya itu saja, tampak belasan anak dan orang dewasa yang mengenakan baju loreng tengah memegang paspor Indonesia dan Malaysia. Terlihat bendera ISIS di pojok kanan video. Namun belum dapat dipastikan apakah video dibuat di luar negeri.

"Kalau hanya melalui digital forensic atau dengan mendatangkan ahli mungkin kita tahu bahwa itu di luar negeri," kata Boy.

Mereka terlihat bersama kumpulan laki-laki dewasa yang diduga pendukung kelompok militan Negara Islam atau ISIS. Anak-anak itu tampak seperti anak Indonesia atau Malaysia, dan fasih berbahasa Arab.

Video ini tidak diketahui siapa yang pertama kali mengunggahnya, di mana video itu dibuat, maupun motif di balik itu.

"Kepada penguasa-penguasa tiran, kepada penguasa-penguasa thogut, yang berada di bumi Nusantara khasnya di Indonesia dan Malaysia.

Ketahuilah bahwasanya kami bukan lagi warga negara kamu, dan kami melepas diri daripada kamu ... ini adalah tanda pembebasan kami dari kamu wahai pemimpin-pemimpin thogut."

Anak-anak itu juga diperlihatkan sedang dididik untuk melawan thogut, yakni julukan bagi pemerintahan yang tidak menganut syariat Islam.

"Wahai para thogut, kami persiapkan ini semua untuk menghancurkan kalian. karena kalian telah mengubah-ubah hukum Allah," kata seorang anak.

 

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...