[VIDEO] Pelanggar Zebra Cross Tantang Berduel Diingatkan untuk Mundur

[VIDEO] Pelanggar Zebra Cross Tantang Berduel Diingatkan untuk Mundur

Jumat, 29 Jan 2016 | 15:30 | Rusmanto
WinNetNews.com - Sekelompok pemuda melakukan gerakan memperjuangkan hak pejalan kaki yang sering diserobot oleh para pengguna sepeda motor dan mobil.

Sekelompok pemuda Jakarta yang menamakan dirinya Team VectorID ini turun ke jalan, terutama di jalan-jalan yang terdapat zebra cross atau fasilitas umum untuk menyeberang jalan.

Menggunakan megaphone, mereka meminta para pelanggar untuk mundur dan merasa malu telah menggambil hak pejalan kaki. Mereka menegur langsung bahkan ketika ada yang bandel, mereka mendorong motor untuk mundur.

Seperti yang terlihat dalam video yang mereka unggah di youtube dengan judul Zebra Cross (Social Experiment) - dengan akun VectroID. Dalam video itu, mereka tidak segan-segan menegur langsung dengan keras pengendara yang melanggar.

Berbagai reaksi diperlihatkan pengguna sepeda motor yang kena tegur. Mereka ada yang diam dan kemudian mundur, ada juga yang melawan, bahkan mengajak berantem. Terlihat pasa akhir video, pengendara sepeda motor yang memboncengkan seorang wanita, menabrak zebra cross. Ketika diingatkan dia tidak terima dan mengajak berduel.

 

Untung duel urung dilakukan karena akhirnya pelanggar merasa malu dan dilerai oleh teman wanitanya. Video ini mendapat banyak komentar juga di ungkapkan para netizen, dari yang setuju bahkan ada yang tidak setuju.

Sudah bukan hal yang langka pengendara sepeda motor atau mobil menyepelekan pejalan kaki. Padahal, perihal tersebut sudah diatur pada Undang-Undang No. 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

Seperti pada pasal 106 ayat dua Setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor di Jalan wajib mengutamakan keselamatan Pejalan Kaki dan pesepeda. Selain itu pada pasal 131 ayat dua, pejalan kaki berhak mendapatkan prioritas pada saat menyeberang Jalan di tempat penyeberangan.

Terakhir adalah pada pasal 275, setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor dengan tidak mengutamakan keselamatan Pejalan Kaki, atau pesepeda sebagaimana dimaksud dalam Pasal 106 ayat dua, akan dipidana dengan pidana kurungan paling lama 2 (dua) bulan atau denda paling banyak Rp 500.000. Bagaimana pendapat Anda?

disadur dari situs tribunnews

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...