Vietnam Devaluasi Mata Uang Dong Untuk Ke Tiga Kalinya

Cincin Suryanto
Rabu, 19 Agustus 2015 12:26 WIB
Oleh Cincin Suryanto pada Rabu, 19 Agustus 2015 12:26 WIB
Image Vietnam Devaluasi Mata Uang Dong Untuk Ke Tiga Kalinya

HANOI, Vietnam. Bank sentral Vietnam pada hari Rabu, 19 Agustus 2015 mengumumkan devaluasi atas mata uang Dong sebesar 1% sebagai jawaban terhadap devaluasi yang dilakukan oleh bank sentral RRC dan kemungkinan terjadinya kenaikan suku bunga oleh The Fed diwaktu mendatang. Dengan demikian, Bank Sentral Vietnam mendevaluasi nilai tukarnya menjadi 21.890 dong per US Dollar.

Bank Sentral Vietnam juga memperlebar rentang transaksi mata uang Dong menjadi 3% dari sebelumnya sebesar 2% dan 1 % ; devaluasi mata uang Dong telah dilakukan untuk yang ketiga kalinya.

Sebelumnya pada tanggal 7 May 2015, bank sentral Vietnam telah melakukan pelemahan mata uang untuk kedua kali di tahun ini, disebabkan terjadinya defisit perdagangan sebesar 3 miliar US Dollar pada kuartal pertama di tahun 2015, dibandingkan pencatatan angka surplus sebesar 2 miliar US Dollar untuk periode yang sama di tahun sebelumnya. Pertama kali, bank sentral Vietnam melakukan pelemahan nilai tukar Dong pada tanggal 7 Januari 2015, di mana nilai tukar Dong senilai 21.673 per US Dollar.

"Setelah devaluasi Yuan dan antisipasi kenaikan suku bunga the Fed membuat sentimen lokal di Vietnam diliputi kekhawatiran; sebagai langkah pencegahan bank sentral melakukan penyesuaian nilai tukar dan memperlebar rentang transaksi perdagangan mata uang, hal ini memungkinkan Dong dapat menyesuaikan dalam rentang yang lebih besar " demikian pernyataan pejabat bank sentral Vietnam.

Langkah pelemahan Dong ini nampaknya terpaksa dilakukan oleh bank sentral Vietnam karena perkembangan perdagangan internasional yang kurang menguntungkan dan perkembangan "currencies war" akhir –akhir ini , sebelumnya pada Desember 2014, Gubernur Bank Sentral Vietnam, Ngyun Van Binh menyatakan bahwa mata uang Dong akan mungkin mengalami penuruna tidak lebih dari 2% selama tahun 2015.

Compiler: YWS

Sumber: Bloomberg, AP, CNBC, WinGamers.

Cara mudah tidak cepat gemuk meski sering makan.
Rizal Ramli Klaim PT PLN Merugi Karena Jokowi Tidak Mendengarkan Nasihatnya

Reaksi Kamu

Tanggapan Pembaca

    Belum ada Tanggapan

    Jadilah yang pertama memberikan tanggapan

Sekilas Tentang WinNetNews

Situs WinNetNews.com merupakan portal berita dan informasi teraktual perihal berbagai peristiwa di nusantara maupun mancanegara. Kelengkapan, keakurasian serta aktualitas berita dan informasi WinNetNews.com telah membuat tingkat baca artikel-artikelnya naik secara signifikan walaupun usia WinNetNews.com sebagai portal berita baru seumur jagung.