Viral Aksi Pria Tenggak Sebotol Sirup Demi Rp20.000, Begini Tanggapan Ahli Gizi
Foto: Instagram.com/makassar_iinfo

Viral Aksi Pria Tenggak Sebotol Sirup Demi Rp20.000, Begini Tanggapan Ahli Gizi

Senin, 23 Des 2019 | 15:40 | Nurul Faradila

Winnetnews.com - Belakangan ini seorang pria menjadi perbincangan publik. Pasalnya dalam sebuah video yang beredar di media sosial, terlihat ia sedang menenggak habis sebotol sirup.

Video yang diunggah oleh akun Instagram @makassar_iinfo pada Minggu (22/12) telah mendapatkan like lebih dari 38 ribu. Berdasarkan informasi yang ada dalam video tersebut, diketahui aksi yang dilakukan oleh pria berjaket cokelat, dilakukannya karena ia ingin mendapatkan Rp20 ribu yang dijanjikan oleh temannya.

Beberapa warganet membanjiri kolom komentar dengan komentar mereka yang menyayangkan aksi pria tersebut. Mereka juga menyoroti masalah kesehatan yang dapat terjadi kepada laki-laki itu setelah melakukan aksi tersebut.

Viralnya video ini pun tidak hanya membuat aksi itu mendapatkan sorotan dari warganet, namun seorang ahli gizi bernama dr. Tan Shot Yen juga menyayangkan apa yang telah dilakukan oleh pria di dalam video.

Dilansir dari HAI, menurutnya kekurangpedulian pemuda itu dinilai menggampangkan kondisi kesehatan, karena saat ini sudah ada asuransi kesehatan. Tan pun menjelaskan kalau dalam sirup terdapat zat yang mengerikan, yaitu High Fructose Corn Syrup.

“Orang mikirnya itu sirup buah, padahal produk industri,” ujar Tan. Produk industri yang dimaksud oleh Tan adalah sebuah produk ultra proses. Adapun masalah pangan ultra proses antara lain, menyebabkan diabetes, gangguan gizi pada tumbuh kembang anak, penyebab PTM (Penyakit Tidak Menular) seperti hipertensi atau sindroma metabolik, mudah didapat, prakti, ekonomis, serta menyasar kelompok masyarakat menengah ke bawah.

Oleh karenanya, disarankan agar masyarakat tidak mengonsumsi produk ultra proses. Ada baiknya masyarakat mulai mengonsumsi makanan dengan bahan lain.

Sedangkan High Fructose Corn Syrup juga mengandung sejumlah resiko jika dikonsumsi dalam kondisi yang terlalu banyak. Di antaranya dapat menyebabkan penyakit lemak hati, obesitas dan kenaikan berat badan, serta meningkatnya resiko penyakit serius lain seperti jantung ataupun kanker.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...