Viral Keluarga PDP Corona yang Buka Plastik Pembungkus Jenazah
Foto: Kumparan

Viral Keluarga PDP Corona yang Buka Plastik Pembungkus Jenazah

Kamis, 26 Mar 2020 | 10:13 | Nurul Faradila

Winnetnews.com - Belum lama ini viral video yang memperlihatkan keluarga pasien dalam pemantauan atau PDP corona asal Kota Kolaka yang meninggal pada Senin (23/3) lalu. Pasien berjenis kelamin perempuan ini sebelumnya menjalankan isolasi di RSUD Bahteramas, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara.

Saat pemulasaran jenazah, keluarga pasien diketahui enggan untuk mengikuti standar yang sudah ditetapkan oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO) tentang pemulasaraan meskipun masih berstatus PDP. Dalam video pertama, terlihat keluarga menolak pasien dibawa dengan menggunakan peti jenazah dan ambulance.

Kemudian di video lainnya, nampak keluarga yang memeluk dan mencium jenazah. Dalam video tersebut nampak wraping atau plastik pembungkus di tubuh jenazah seluruhnya sudah dilepas.

Dilansir dari Tempo.co, juru bicara Gugus Tugas Covid-19 Sultra, Rabiul Awal membenarkan tentang hal ini. Dia menyebutkan bahwa sejak awal keluarga pasien menolak protokol pemulasaran jenazah pasien Covid-19.

Menurutnya, jenazah sudah dibungkus dengan menggunakan kantong atau plastik kedap udara demi mencegah penyebaran virus dan jenazah pun siap untuk dikubur. Rabiul mengatakan bahwa ia sangat menyesalkan sikap keluarga yang tidak mematuhi peraturan pemulasaran jenazah.

“Rumah sakit menawarkan protokol penanganan pemulasaran jenazah seperti jenazah yang positif Corona. Tapi keluarga pasien ngotot dan menolak, dibuktikan dengan tanda tangan suami pasien,” kata Rabiul.

Rabiul menambahkan, seharusnya ketika jenazah sudah dibungkus plastik kedap di rumah sakit, pihak keluarga tidak diperbolehkan lagi mendekat ataupun melihat jenazah. Namun karena kurangnya pemahaman, keluarga pasien pun melakukan tindakan yang beresiko.

Dokter Forensik Rumah Sakit Bhayangkara Kepolisian Daerah Sultra, Komisaris Mauluddin menjelaskan bahwa tindakan yang dilakukan RSUD Bahteramas sudah sesuai dengan standar penanganan jenazah terinfeksi. Hal ini dilakukan agar kuman ataupun cairan tubuh tidak berpindah ke orang lain.

“Ini semata-mata untuk melindungi masyarakat dan keluarga. Kita tetap berharap semoga jenazah hasil tesnya negatif Covid-19,” ujarnya.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...