Viral Ospek Mahasiswa Baru Disuruh Jalan Jongkok, Para Pelaku Kena Hukuman Skors
Peserta Ospek (sumber: kompas.com)

Viral Ospek Mahasiswa Baru Disuruh Jalan Jongkok, Para Pelaku Kena Hukuman Skors

Senin, 2 Sep 2019 | 11:55 | Nurul Faradila

Winnetnews.com -  Tahun ajaran baru di beberapa Universitas sudah dimulai. Bagi para mahasiwa baru, biasanya mereka akan mengikuti acara masa orientasi mahasiswa atau yang biasa disebut dengan ospek.

Ajang ospek ini kerap kali disalah gunakan oleh para senior untuk mengerjai para mahasiswa baru. Kejadian seperti itu terjadi di ospek yang diadakan oleh Universitas Khairun, Ternate, Maluku Utara.

Sebuah video saat ospek berlangsung tersebar di media sosial dan menghebohkan warganet. Dalam video tersebut terlihat para mahasiswa baru yang menggunakan almamater berwarna kuning diperintahkan untuk naik tangga dengan jalan jongkok oleh para senior.

Sedangkan video lainnya memperlihatkan para mahasiswa baru tersebut duduk di sebuah ruangan dan diberi segelas air putih. Mereka diminta untuk meminum dan mengeluarkannya kembali, lalu diberikan kepada teman sebelahnya, untuk melakukan hal yang sama.

Video yang diunggah oleh akun Twitter @loolxaa pada Kamis (29/08), telah diretweet sebanyak lebih dari 40 ribu kali dan disukai lebih dari 23 ribu pengguna Twitter.

Menanggapi peristiwa ini, pihak Universitas Khairun meminta maaf dan telah memberikan sanksi bagi para senior yang terlibat dalam aksi perpeloncoan dalam masa orientasi mahasiswa tersebut.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, ditemukan empat orang mahasiswa senior yang terlibat secara langsung dalam kejadian itu. Keempatnya merupakan mahasiswa Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan.

Empat mahasiswa senior itu meminta maaf atas tindakan yang mereka lakukan kepada mahasiswa baru, civitas akademika, dan masyarakat. Selain itu, mereka diberikan sanksi skorsing.

“Terhadap oknum mahasiswa dengan inisal AE, diberikan sanksi berupa skorsing perkuliahan selama 2 semester. Sedangkan oknum mahasiswa dengan inisial FSMA, LM, dan NSF, masing-masing diberikan sanksi skorsing selama 1 semester,” tulis Husen Alting, seperti dikutip dari Kompas.com.

Direktur Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi Ismunandar angkat bicara terkait kejadian ini.

Ia mengantakan kalau pihaknya sudah membuat aturan seputar pelaksanaan kegiatan orientasi mahasiswa baru atau Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB).

“Perguruan tinggi tidak diperbolehkan mengembangkan model pengenalan kampus sesuai dengan interpretsi masing-masing. Sehingga terjadi penyimpangan antara lain aktivitas perpeloncoan oleh senior, kekerasan fisik, dan atau psikis yang dapat berakhir dengan adanya korban jiwa yang tentu saja dapat menimbulkan kecemasan, kekhawatiran, dan ketakutan bagi mahasiswa baru, orang tua dan masyarakat pada umumnya,” ujar Ismunandar, masih dikutip dari Kompas.com.

Melalui akun Instagramnya, Kemenristek Dikti mengimbau seluruh lingkungan pendidikan sekolah ataupun perguruan tinggi, untuk tidak melakukan perpeloncoan terhadap murid atau mahasiswa baru.

 

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...