Virus Corona Memang Ganas, Tapi Ada yang Lebih Ganas Lagi!
Suasana lapak daging di Pasar Induk Xinfadi, Beijing. (Foto: TRT World)

Virus Corona Memang Ganas, Tapi Ada yang Lebih Ganas Lagi!

Selasa, 30 Jun 2020 | 14:53 | Khalied Malvino

Winnetnews.com -  Banyak hal berbeda setelah virus corona menggerogoti jutaan umat manusia di dunia. Selain kehidupan normal baru atau new normal yang mengutamakan protokol kesehatan, kini di China - tempat munculnya virus corona - menambah masa karantina dua kali lipat.

Sebagai gambaran, masa karantina berdasarkan pernyataan Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO) mencapai 14 hari. Artinya, jika dilipatgandakan maka masa karantina menjadi 28 hari atau hampir sebulan.

Lipat ganda masa karantina di Kota Beijing ini berawal sejak munculnya kasus baru virus corona yang diklaim sebagai gelombang kedua, tepatnya di Pasar Induk Xinfadi. Laman Republika, Selasa (30/6) melaporkan, virus jenis baru yang menular di Pasar Induk Xinfadi ini dinilai lebih ganas ketimbang virus corona yang muncul di Wuhan.

Seperti diberitakan sebelumnya, Pasar Induk Xinfadi telah ditutup menyusul munculnya gelombang kedua virus corona yang diklaim lebih ganas. Kabar tersebut tak pelak membuat seluruh pekerja di pasar besar di Beijing ini terpaksa dikarantina.

Dalam laporan disebutkan, sejumlah pekerja yang dikarantina merupakan karyawan di lapak daging sapi dan kambing di pasar tersebut. Kepada awak media, Shi Guoqing, pakar Komisi Kesehatan Nasional China atau National Health China (NHC) menyatakan, para pekerja di lapak daging itu sangat rentan menularkan Covid-19.

Shi menyebut, para pekerja yang terinfeksi virus corona ini merupakan Orang Tanpa Gejala (OTG) lantaran sulit dideteksi terkait gejalanya. Kendati demikian, para pekerja yang terpapar virus corona menunjukkan hasil negatif setelah diketahui hasil tes asam nukleatnya. Sehingga korelasinya dengan masa karantina cukup penting, pasalnya para pekerja di Pasar Induk Xinfadi yang negatif ini tidak memperlihatkan tanda-tanda positif dalam 14 hari, yang artinya tidak cukup waktu untuk mengkonfirmasinya.

Shi berpendapat, mereka yang menjadi OTG di Pasar Induk Xinfadi ini diprediksi membawa dan menularkan virus kepada orang lain jika tak dilakukan karantina selama 28 hari ini. Pernyataan Shi ini senada dengan Wakil Kepala Distrik Fengtai, Chu Junwei yang menegaskan masa karantina selama 28 hari ini hanya untuk orang yang pernah kontak dengan para pekerja daging sapi dan kambing di "pasar modern" tersebut.

Shi menambahkan, di Beijing terdapat 33,8 persen kasus positif virus corona, khususnya di Pasar Induk XInfadi. sementara 20,5 persen merupakan pelanggan di pasar tersebut. NHC pada Senin (29/6) merilis induk Covid-19 yang tersebar di Pasar Induk Xinfadi ini merupakan kasus impor dari Eropa sejak awal Maret 2020. Shi menilai, selain dari Eropa, virus tersebut juga mengarah ke Amerika Selatan, dan bermuara di China oleh manusia atau daging impor.

Yang Zhanqiu selaku Direktur Biologi Patogen Universitas Wuhan mengungkapkan, durasi perkembangbiakan virus jenis baru dari Pasar Induk Xinfadi ini terbilang pendek. Kesimpulannya, induk virus yang ditemukan ini disinyalir lebih ganas daripada virus yang tersebar di Wuhan pada akhir 2019.

"Mungkin penyebarannya lebih dashyat di Pasar Induk Xinfadi ini," terangnya seperti dilansir Global Times.

Maka, jika ingin kesehatan yang lebih terjamin, Zhanqiu mengatakan, warga di Beijing perlu melakukan sejumlah tindakan ketat terhadap komunitas dengan risiko rentan tertular tersebut.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...