Visa Habib Rizieq Shihab Habis, KBRI Riyadh Tidak Tahu Keberadaannya

Visa Habib Rizieq Shihab Habis, KBRI Riyadh Tidak Tahu Keberadaannya Sumber foto : Istimewa

Winnetnews.com - Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Riyadh mengaku bahwa mereka tidak mengetahui dimana keberadaan Imam Besar FPI yang bernama Habib Rizieq Shihab di Arab Saudi.

Agus Maftuh Abegebriel selaku Duta Besar Indonesia untuk Arab Saudi mengatakan bahwa berdasarkan penelusuran yang telah dilakukan, Visa yang digunakan oleh Rzieq Shihab untuk berada di wilayah Kerajaan Arab Saudi sudah lewat dari batas waktu yang ditentukan

"Berdasarkan penelusuran KBRI Riyadh, saat ini visa yang digunakan oleh Mohammad Rizieq Syihab untuk berada di wilayah KAS (Kerajaan Arab Saudi-Red) telah melewati batas waktu yang ditentukan," kata Agus dalam keterangan tertulis yang diterima kumparan, Jumat (28/9).

Agus menjelaskan, Rizieq selama di Arab Saudi menggunakan visa ziyarah tijariyyah atau visa kunjungan bisnis yang tidak bisa dipergunakan untuk kerja (not permitted to work).

"Visa bernomor 603723XXXX ini bersifat multiple (beberapa kali keluar masuk) dan berlaku satu tahun dengan izin tinggal 90 hari per entry," jelasnya.

Visa tersebut, kata Agus, sudah habis masa berlakunya pada tanggal 9 Mei 2018 dan diperpanjang kembali dengan visa nomor 603724XXXX hingga intiha' al-iqama alias akhir masa tinggal pada 20 Juli 2018.

Namun karena keberadaan Rizieq yang hingga saat ini tidak diketahui, maka Imam Besar FPI itu sudah tidak memiliki izin tinggal di Kerajaan Arab Saudi.

"Untuk perpanjangan visa, seorang WNA harus exit/keluar dari KAS untuk mengurus administrasi. Karena keberadaan MRS sampai hari ini masih berada di KAS, maka sejak tanggal 8 Dzul Qa'dah 1439 H/21 Juli 2018, MRS sudah tidak memiliki izin tinggal di KAS," tegasnya.

Sebagaimana diketahui, Rizieq berada di Arab Saudi sejak Mei 2017. Rizieq kembali menjadi sorotan setelah delegasi FPI dan tim advokasi GNPF melapor ke Wakil Ketua DPR Fadli Zon bahwa Rizieq dilarang pergi ke Malaysia oleh pemerintah Arab Saudi tanpa alasan yang jelas, sedangkan anggota rombongan lainnya diizinkan.

Fadli Zon berjanji menindaklanjuti laporan itu dengan menghubungi Kapolri, Menlu, dan Kepala BIN.