Skip to main content

Vita Datau: Mampirlah ke Semarang Kota Lumpia Part 2

Vita Datau: Mampirlah ke Semarang Kota Lumpia Part 2
Vita Datau: Mampirlah ke Semarang Kota Lumpia Part 2

WinNetNews.com - Ketua Akademi Gastronomi Indonesia (AGI) Vita Datau Mesakh menyebut Semarang sebagai salah satu gudang kekayaan kuliner negeri ini. Ibu Kota Provinsi Jawa Tengah ini bahkan akrab dengan sebutan Kota Lumpia, salah satu nama jajanan khas yang begitu disebut, maka pikiran orang langsung lari ke kota itu. “Kuliner asli Semarang itu memiliki karakter yang kuat dan unik, terutama dalam hal citarasa,” kata Vita Datau, Ketua AGI di Jakarta.

Menurut Vita, material atau bahan yang dipakai dalam pengolahan kuliner Semarang, rata-rata menggunakan resep tradisional. Selain rasanya oke, harganya juga sangat familiar, tidak terlalu menggerus kantung. “Karena itu, mampirkan ke Semarang, dan silakan bereksplorasi dengan objek wisata kuliner. Saya rekomendasi 10 jenis makanan asli Semarang yang layak dinikmati di sana,” ungkap Vita.

Baca Juga: Vita Datau: Mampirlah ke Semarang Kota Lumpia Part 1

Menpar Arief Yahya pun sependapat dengan 10 top kuliner Semarang versi AGI yang sudah direkomendasi oleh ketuanya itu. Selamat berwiskul bersama #PesonaKulinerSemarang #PesonaLebaranSemarang #PesonaKulinerJateng #PesonaIndonesia. Berikut ke-10 kuliner itu:

1. NASI KUCING PAK GIK

Satu lagi kuliner Semarang yang warung kucingan ini telah ada sejak 50 tahun lalu, Nasi Kucing Pak Gik. Terutama para mahasiswa makanan ini menjadi favorit. Bagi yang masuk Semarang tengah malam nasi kucing ini menjadi tujuan yang tepat karena bukanya tengah, biasanya jam 23.00 sampai jam 3.00 WIB pagi. Warung nasi ini ada di Jl Wotgandul, tepatnya sebelah kali Semarang. Tiap tengah malam, ramainya bukan main, parkiran motor berjajar penuh.

2. GULAI KAMBING BUSTAMAN PAK SABAR

Bagi penggemar kambing, silahkan mampir ke tempat yang satu ini, terutama saat makan siang. Uniknya gulai kambing ini tidak terlihat kental karena tidak menggunakan santan, tetap menggunakan kelapa parut yang di sangria, kemudian ditumbuk bersama dengan bumbu rempah terutama cengkeh dan kayu manis. Proses memasak ini juga banyak ditemui dimakanan serupa seperti gulai Sumatra maupun Sulawesi. Gulai kambing Bustaman Pak Sabar ini dimakan dengan gerusan cabe rawit dan potongan bawang merah. Percaya deh lengkap sudah hari kita setelah menyantap makanan enak ini. Silahkan mampir ke warung di belakang Gereja Blenduk, Kota Lama. Di tempat ini sudah ada sejak tahun 1969, dan saat itu masih menggunakan pikulan.

3. BEBEK GORENG dan BAKAR PAK THORI

Makanan ini memang bisa ditemu di banyak tempat di Pulau Jawa dan Madura. Ya bebek goreng dengan berbagai keunikan rasa masing-masing. Namun bagi yang memang berekreasi ke Waduk Jatibarang, maka bebek Pak Thori ini bisa menjadi pilihan tepat makan siang kita. Bebek Pak Thori ini sangat lembut tekstur dagingnya. Terus, bumbunya juga sangat dalam meresap. Dihidangkan dengan 2 macam sambal serta lalapan, dijamin makan siang kita menjadi menyenangkan. Letak warung Bebek ini adalah di Jl. Raya Manyaran Gunung Pati Km 15, tepatnya disebelah SMA Semesta.

4. BANDENG PRESTO

Presto sebenarnya adalah alat high pressure untuk melunakkan ikan bandeng sampai ke dalam tulang-tulangnya. Siapa yang tidak kenal makanan khas Semarang yang sering dibawa sebagai oleh-oleh. Bandeng tanpa duri yang dimasak dengan panci tekanan tinggi ini, sangat cocok dipasangkan dengan nasi putih panas. Sambel goreng pelengkap yang punya rasa khas juga nikmat jika dicampur kecap manis.

Yang direkomendasi adalah Bandeng Juwana pastinya. Namun secara umum yang dijual di pusat oleh-oleh rasanya tetap enak, hanya perhatikan tanggal kadaluarsanya agar tetap aman untuk disantap saat tiba di kampung halaman. Lokasinya ada di Jalan Pandanaran, Semarang.

5. WINGKO BABAD

Rasanya tidak lengkap kalau hanya memakan makanan utama dengan rasa gurih. Perlu keseimbangan rasa yaitu Wingko Babad yang manis. Berbahan dasar tepung ketan dan kelapa bakar menciptakan aroma khas penganan ini. Apalagi pilihan Wingko Babad kopyor, enak sekali saat potongan kelapa kopyor ikut lumer dimulut kita. Silahkan dicari dan dibawa sebagai oleh-oleh atau dimakan selama perjalanan karena tanpa pengawet pun penganan ini bisa bertahan 2-3 hari diluar. Pilihan saya adalah Cap Kereta Api atau Lokomotif di Jalan Cendrawasih yang sudah ada sejak tahun 1946.

Apa pendapat Anda mengenai artikel ini?

Loading Rating...

Komentar:

Loading...
Top