VIVO Energy Buka SPBU Pertmanya di Cilangkap
ilustrasi

VIVO Energy Buka SPBU Pertmanya di Cilangkap

Jumat, 27 Okt 2017 | 07:50 | Kontributor

WinNetNews.com - PT Vivo Energy Indonesia akhirnya mengoperasikan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) pertamanya, yang berlokasi di Jalan Raya Cilangkap, Jakarta Timur. 

Ada 3 jenis BBM yang dijual di SPBU VIVO Cilangkap ini, antara lain Revvo 89, Revvo 90, dan Revvo 92. Untuk Revvo 89 yang oktannya sedikit di atas bensin Premium milik Pertamina, dan harganya dijual Rp 6.100 per liter.

Menanggapi hal tersebut, Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Adiatma Sardjito, mengaku tidak khawatir dengan kehadiran VIVO. Pertamina siap bersaing dalam menjual BBM sejenis kepada masyarakat.

"Enggak usah takut, buat Pertamina sejarah pernah membuktikan bahwa pendatang baru belum tentu sukses," tutur Adiatma, Jumat (27/10/2017).

Adiatma menambahkan, Pertamina sudah bersaing dengan SPBU swasta lainnya sejak 2007 silam. Beberapa SPBU tersebut pun akhirnya berguguran.

"Pertama kali, buat Pertamina persaingan sudah ada sejak 2007 kan sudah ada dan beberapa SPBU yang jadi kompetitor kan bisa dibeli sama Pertamina," tutur Adiatma.

Pertamina menginginkan adanya kewajiban yang sama bagi VIVO. Pemerintah juga harus adil dalam memberikan penugasan kepada VIVO untuk mendistribusikan BBM ke daerah-dearah terluar yang secara bisnis kurang menguntungkan.

"Yang lebih penting sebetulnya adalah fairness-nya itu loh. Kalau cuma satu titik di satu kota di Jakarta lebih mudah distribusinya kemudian supply-nya jauh lebih gampang. Sementara kan Pertamina melayani bangsa ini," ujar Adiatma.

Terlebih lagi, saat ini ada penerapan standar emisi Euro 4. Artinya, penggunaan BBM dengan kadar oktan rendah seperti RON 88 atau RON 89 perlahan mulai ditinggalkan dan diajak beralih menggunakan bensin RON 90 (Pertalite) dan RON 92 (Pertamax). 

"RON segitu (88 dan 89) kami sudah berusaha meninggalkan. Sudah enggak adab (bagus untuk) lingkungan dan Pertamina berusaha meninggalkan karena hal itu akan merusak lingkungan," ujar Adiatma. (detikcom)

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...