Vlog Awkarine & Anya Terlalu Vulgar, ini Kata Psikolog!

Vlog Awkarine & Anya Terlalu Vulgar, ini Kata Psikolog!

Selasa, 4 Okt 2016 | 14:09 | kontributor

WinNetNews.com - Berbagi setiap aktifitas melalui media sosial kini sudah menjadi sebuah tren yang tak terbantahkan lagi. Banyak orang yang mendadak jadi selebriti dan memiliki banyak fans atau followers di internet (seleb medsos). Sekarang kita bisa dengan mudah menjumpai vlog-vlog yang bertebaran di dunia maya (sebut saja youtube).

Vlog adalah bahasan kekinian yang digunakan oleh para pengguna youtube (youtuber) yang artinya video blog. Sama dengan blog, umunya vlog berisi tentang berbagai kegiatan sehari-hari sekelompok orang maupun individu yang dianggap menarik (bagi sebagian orang). Hanya saja, vlog disajikan dalam bentuk audio visual (video).

Baru-baru ini ada selebriti medsos yang menjadi sorotan lantaran konten yang diunggahnya menampilkan unsur negatif dan dinilai tidak layak untuk disaksikan oleh masyarakat umum karena videonya terlalu vulgar. Fenomena dua remaja putri, Karin Novilda (yang populer dengan nama Awkarin) dan Anya Geraldine tengah menjadi perbincangan hangat dan dikecam publik.

image0

Akun Awkarine & Anya di Media Sosial Instagram yang mendapat protes dari KPAI karena postingan yang terlalu vulgar.

Menanggapi hal itu, Psikolog anak dan remaja dari RaQQI Human Development and Learning Center, Ratih Zulhaqqi, memberikan komentar tentang fenomena ativitas remaja di media sosial.

Ia menyebutkan ada sisi positif dan negatif ketika remaja eksis di media sosial. Sisi negatifnya adalah ketika para remaja tidak lagi bisa menjaga jarak dengan media sosial.

"Remaja akan masuk fase ketika mereka harus selalu menunjukkan diri di depan media. Apapun yang dilakukan harus selalu di- share ," ungkap Ratih, dikutip dari Detik(4/10).

Bisa jadi hal ini yang dialami oleh seleb medsos yang mengumbar konten vulgar dan sifatnya sangat personal. Disebutkan juga bahwa pada fase-fase tersebut para remaja juga kehilangan wilayah privasi.

Selain itu, ia juga menyebutkan bahwa Awkarin & Anya sama seperti kaum remaja pada umumnya yang butuh perhatian, oleh sebab itu melalui media sosial, mereka ingin menunjukan eksistensinya.

Didukung dengan kemajuan teknologi masa kini, membuat kedua remaja itu dengan mudahnya menyalurkan hasrat ingin eksis di media sosial yang tak terkontrol. Sebab mereka berfikir bahwa mereka sudah memiliki wadah yakni media sosialnya yang bisa mereka kendalikan sendiri.

image1

Postingan Awkarine & Anya dinilai terlalu vulgar untuk anak remaja seusianya. Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) pun mengimbau agar selebriti media sosial (medsos) muda Karin Novilda dengan nama medsos Awkarin dan Anya Geraldine mengunggah konten positif.

Semakin banyak di- like , mereka akan semakin senang. Sayangnya tak semua remaja memiliki self control yang baik. Fenomena konten vulgar Awkarine dan Anya adalah contoh dari remaja yang belum memiliki self control yang baik. Sehingga mereka kesulitan untuk membedakan mana hal-hal yang sifatnya privasi dan mana yang boleh diumbar ke publik.

Self control bisa didapatkan di kehidupan sehari-hari, seperti pola asuh dari orang tua, kebiasaan keluarga dan lingkungan.

Awkarin dan Anya juga dinilai terlalu over dalam menujukan eksistensi dirinya. Sebab krteria over ini dilihat dari norma dan nilai yang berlaku di masayarakat. Misalkan di Indonesia, sikap yang diperlihatkan oleh Awkarin & Anya dinilai tidak sesuai dengan kebudayaan orang timur. Mungkin jika dibandingkan dengan remaja-remaja yang tinggal di barat, apa yang dilakukan oleh Awkarin & Anya ini biasa saja malah bisa jadi tidak ada apa-apanya.

Namun yang perlu digaris bawahi adalah, kedua seleb medsos yang penuh dengan kontroversi ini hidup di Indonesia yang menjunjung tinggi nilai-nilai budaya ketimuran, sopan santun dalam bergaul, dan norma-norma agama. Oleh sebab itu sudah sepatutnya mereka dan para seleb medsos (selebgram) atau vloger lainnya harus lebih cerdas dalam memposting kegiatan mereka di Media Sosial.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...