Wacana Klub Sepakbola 'Merumput' di BEI, Dirut BEI: Benahi Laporan Keuangan Terlebih Dahulu
logo klub sepakbola Indonesia/foto: Unik Spot

Wacana Klub Sepakbola 'Merumput' di BEI, Dirut BEI: Benahi Laporan Keuangan Terlebih Dahulu

Rabu, 8 Mar 2017 | 14:41 | Gunawan Wibisono

WinNetNews.com - Selain Anak Usaha BUMN yang akan melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI), ada juga wacana beberapa klub sepak bola nasional yangmenunjukan minatnya untuk ikutan menghimpun modal dari bursa saham. Namun minat dari klub sepak bola tersebut masih terbentur permasalahan laporan keuangan.

Dalam hal ini, Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Tito Sulistio menjelaskan, jika klub sepakbola ingin menjadi emiten di pasar modal harus membenahi laporan keuangan terlebih dahulu. Sebab selama ini pembukuan laporan keuangan klub sepak bola saat ini masih memasukan pemain sebagai beban operasi di neraca keuangan.

"Klub sepakbola beli pemain kalau masuknya langsung expense (biaya) lalu setiap bulan jadi expense , ya enggak bakal untung," terangnya di Gedung BEI, Jakarta, Rabu (8/3/2017).

Lebih lanjutTito menjelaskan, seharusnya pemain sepak bola masuk ke dalam aset pembukuan keuangan. Sebab klub sepak bola bisa mendapatkan keuntungan ketika nilai pemainnya meningkat saat dijual kembali di kemudian hari.

"Harusnya masuknya aset barang dagangan, value -nya nambah begitu dijual, nah harus accounting treatment ," imbuhnya.

Untuk itu BEI saat ini sedang Ikatan Akutan Indonesia (IAI) untuk membuat Pernyataan Standar Akutansi Keuangan (PSAK) untuk para klub sepakbola. Jika tidak ada pembenahan laporan keuangan menurutnya klub sepakbola tidak akan pernah bisa 'merumput' di pasar modal, karena dinilai tidak menguntungkan.

"Jadi kalau accounting system -nya enggak selesai agak sulit klub sepak bola buat IPO," tukasnya.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...