Wacana Pemerintah Hapus Subsidi Gas Elpiji Melon, PKS: Jangan Sembrono
Gas LPG 3 kg atau elpiji melon diprediksi akan naik harga jika pemerintah akan menghaspu subsidi kebutuhan masyarakat miskin tersebut. [Foto: Tokohkita.com]

Wacana Pemerintah Hapus Subsidi Gas Elpiji Melon, PKS: Jangan Sembrono

Kamis, 16 Jan 2020 | 15:40 | Khalied Malvino
Winnetnews.com - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) jadwalkan berhenti subsidi LPG 3 kg pada semester II 2020. Dapat diartikan, gas elpiji melon ini disinyalir harganya akan meningkat dari yang saat ini Rp20 ribu menjadi Rp35 ribu.

Direktur Jenderal Migas Kementerian ESDM, Djoko Siswanto menyebutkan, penghapusan subsidi gas elpiji melon ini menjadi tantangan pemerintah. Karena secara prinsip, sektor terkait penyetujuan LPG 3 kg secara tertutup ini hanya untuk masyarakat yang benar-benar berhak mendapatkannya.

“Ini persiapan subsidi langsung kepada masyarakat, mudah-mudahan pertengahan tahun ini bisa diterapkan," tuturnya seperti dikutip CNNIndonesia.com dari Antaranews.com, Rabu (15/1)

Menurut dia, Kementerian ESDM terus berkoordinasi dengan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, termasuk Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan terkait skema penyaluran tepat sasaran.

Ia mengungkapkan beberapa skema yang muncul untuk penyaluran subsidi, salah satunya menggunakan kartu atau barcode yang terhubung dengan perbankan.

"Uji coba di beberapa tempat pakai kartu, Pertamina pakai QR Code. Nanti yang beli LPG 3 kg langsung terekam. Misal, beli 3 tabung gas melon Rp100 ribu, nanti langsung transfer ke QR ini. Data sudah ada, kebijakan seperti apa belum diputuskan," jelas Djoko.

Ia melanjutkan penyaluran subsidi tepat sasaran akan menghemat anggaran subsidi LPG hingga 15 persen.

"Kalau pertengahan tahun bisa hemat 10-15 persen pada tahap awal," katanya.

Dengan kebijakan ini, nantinya harga LPG 3 kg akan disesuaikan dengan harga pasar seperti elpiji 12 kg.

"Elpiji 12 kg, tinggal dibagi 3 atau 4 saja. Nanti kita lihat," imbuh Djoko.

Direktur Pembinaan Usaha Hilir Migas, Mohammad Hidayat menambahkan LPG 3 kg yang disalurkan ke masyarakat mencapai 6,9 juta ton per tahun.

"Ke depan, subsidi bukan pada komoditasnya, tapi pada penerima yang berhak. Pada orang yang berhak, sehingga saving makin besar," tukasnya.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...