Waduh! Jokowi Bingung Anggaran Rapat Lebih Besar dari Kegiatan Inti

Cindy
Cindy

Waduh! Jokowi Bingung Anggaran Rapat Lebih Besar dari Kegiatan Inti Sumber:Republika

WinNetNews.com-  Baru-baru ini Presiden Joko Widodo menjelaskan penyusunan anggaran, baik di kementerian, lembaga dan daerah masih lebih besar kegiatan pendukung daripada kegiatan intinya, dalam penyerahan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) dan Buku Daftar Alokasi Transfer ke Daerah dan Dana desa tahun 2018 di Istana Bogor, Rabu, 6 Desember 2017.

"Kita yang hadir di sini 100 persen tahu mengenai yang terjadi adalah penyusunan RKA KL (Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian Negara/Lembaga) atau dinas malah fokus pada kegiatan pendukungnya bukan kegiatan intinya," kata Jokowi Rabu, 6 Desember 2017.

Selain itu, Jokowi  meminta para pimpinan kementerian/lembaga dan kepala daerah untuk melakukan efesiensi dan tidak memperbesar belanja operasional, termasuk belanja pegawai, perjalanan dinas, honor dan kegiatan, dan rapat-rapat.

Jokowi juga memberi contoh, penyusunan anggaran di Kementerian Tenaga Kerja, terkait pemulangan TKI yang anggarannya mencapai Rp3 miliar, namun biaya pemulangannya hanya Rp500 juta, tetapi sisanya digunakan rapat dalam kantor, rapat luar kantor, rapat koordinasi perjalanan daerah dan lain-lain.

"Ini tidak bisa lagi seperti ini. Ini hampir semuanya model-model seperti ini di Kementerian/Lembaga, di daerah, sama. Coba cek satu per satu, terus gimana hasilnya," kata Jokowi.

Jokowi  mengatakan bahwa anggaran yang dialokasikan pada kegiatan inti hanya 20 persen saja sisanya kegiatan pendukung saja. "Model seperti ini harus dihentikan. Nanti saya akan buka satu per satu, tak tunjukin yang gamblang ini tadi. Gimana mau ada hasil setiap begitu perencanaannya, belanja pendukung justru lebih dominan daripada belanja dan inti kegiatan," lanjut Jokowi.

Namun, Jokowi mengatakan bahwa dirinya sudah melakukan diskusi dengan Menteri Tenaga Kerja terkait hal ini dan sudah dilakukan perbaikan. Presiden juga mengatakan bahwa belanja negara pada 2018 mencapai Rp2.220,7 triliun yang merupakan angka yang sangat besar.

Presiden Jokowi juga meminta pada seluruh menteri, lembaga, pemerintah daerah, untuk terus melakukan penyederhanaan dalam pelaksanaan APBN, sehingga orientasinya adalah hasil, bukan orientasinya prosedur.

"Beliau-beliau menyampaikan, Pak kita ini jadi tidak konsentrasi urusan belajar mengajar tapi justru habis tenaga kita untuk ngurusi administrasi, prosedur yang tadi saya sampaikan," jelas Jokowi.

Jokowi juga meminta untuk melakukan perencanaan dan penganggaran yang fokus. "Sekali lagi, uang Jangan diecer-ecer semuanya ke banyak kegiatan sehingga hasilnya tidak nampak, baunya saja tidak nampak, apalgi fisiknya. ini kalau kita terlalu banyak kegiatan," kata Jokowi.
 

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});