Waduh, KPK Kabarnya Mau Periksa Petinggi Perusahaan Ritel T, ya?

Karna H.
Karna H.

Waduh, KPK Kabarnya Mau Periksa Petinggi Perusahaan Ritel T, ya? Kabag Pemberitaan dan Publikasi KPK, Priharsa Nugraha/Foto: Karna WNN

WinNetNews.com - Kabag Pemberitaan dan Publikasi KPK, Priharsa Nugraha mengatakan, pihaknya berencana melakukan pemeriksaan terhadap petinggi perusahaan ritel T untuk mengusut keterlibatan pihak lain dalam kasus ini. Saat ini, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memang tengah mengusut keterlibatan pihak lain dalam kasus dugaan suap terkait pemulusan perizinan proyek pembangunan gerai ritel T di Cilegon yang menyeret Wali Kotanya, TIA.

"Dalam penyidikan kasus ini, pihak-pihak yang diduga mengetahui informasi akan dipanggil, siapapun," kata Priharsa di kantornya, seperti dikutip dari okezone, Senin (25/09/2017).

Sebelumnya‎, Wakil Ketua KPK, Saut Situmorang mengatakan, pihaknya memang tengah mendalami keterlibatan petinggi perusahaan ritel T terkait kasus dugaan suap Wali Kota Cilegon, Banten, TIA.

"Nanti kita dalami seperti apa kelanjutannya, ‎penyidik akan menindaklajuti sejauh apa peran setiap pihak yang disebut," kata Saut dikonfirmasi secara terpisah.

Sebagaimana diketahui, ‎KPK telah resmi menetapkan Wali Kota Cilegon, TIA sebagai tersangka kasus dugaan suap pemulusan perizinan proyek pembangunan gerai ritel T di daerahnya. TIA diduga menerima suap sebesar Rp1,5 Miliar dari dua perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yakni PT. KIEC dan PT. BA.

Diduga, suap tersebut diberikan PT. KIEC dan PT. BA untuk memuluskan perizinan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) gerai ritel T yang akan dibangun di Lapangan Sumampir, Jalan Yasin Beji, Kebon Dalem, Kota Cilegon.

Untuk mendalami serta menindaklanjuti kasus ini, kata Saut, pihaknya akan memanggil para petinggi perusahaan ritel T itu. Hal itu dilakukan untuk mengetahui alur dugaan suap dari PT. KIEC dan PT. BA ke Wali Kota Cilegon.

"Ya (akan diperiksa), jadi perlu waktu untuk mendalaminya (perusahaan ritel T) lebih lanjut. Itu akan dilihat peran serta setiap orang," pungkas Saut.

Selain TIA, KPK juga telah menetapkan lima orang tersangka lainnya. Kelima tersangka tersebut yakni, pihak swasta, H yang diduga sebagai perantara suap; Kepala BPTPM Kota Cilegon ADP.

Tiga lainnya yang diduga sebagai pihak pemberi suap yakni, Project Manager PT. BA, BDU; Legal Manager PT. KIEC, EWD; serta Direktur Utama PT. KIEC, TDS.

Kelima tersangka tersebut diduga terlibat dalam kasus dugaan suap terkait dengan pemulusan proses perizinan rekomendasi Analisis Mengenanai Dampak Lingkungan (AMDAL) sebagai salah satu prasyarat perizinan pembangunan gerai ritel T.

Atas perbuatannya, I, D dan H yang diduga sebagai penerima suap disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Sedangkan BDU, D dan E yang diduga selaku pihak pemberi suap disangkakan melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau Pasal 5 ayat (1) huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Apa Reaksi Kamu?