Waduh! Trump Ancam China Putus Hubungan

Khalied Malvino

Dipublikasikan 2 tahun yang lalu • Bacaan 2 Menit

Waduh! Trump Ancam China Putus Hubungan
Presiden Amerika Serikat *AS), Donald Trump mengancam memutus hubungan China lantaran perang dagang yang belum usai hingga kini. (Foto: CCN.com)

Winnetnews.com -  Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump kembali mengisyaratkan kemunduran hubungan dengan China. Sebelumnya hubungan kedua negara memanas belakangan ini karena penyebaran COVID-19.

Trump bahkan mengaku tak tertarik berbicara dengan Presiden China, Xi Jinping. Bahkan, Trump mengancam memutus hubungan dengan ekonomi terbesar kedua dunia itu.

Melansir CNBCIndonesia.com, Jumat (15/5), dalam sebuah wawancara dengan FOX Business Network, yang disiarkan di AS pada Kamis (14/5), Trump mengaku kecewa. Hal ini dikarenakan China gagal menahan pandemi dan berimplikasi pada perjanjian damai dagang yang dibuat Januari 2020.

"Mereka seharusnya tidak membiarkan ini terjadi," kata Trump dikutip Reuters.

"Saya membuat kesepakatan perdagangan yang hebat dan sekarang saya bisa katakan, saya tak merasakan hal yang sama. Tinta sudah mengering dan wabah (COVID-19) datang. Rasanya jadi tak sama buat saya."

Ia pun melanjutkan lagi dengan mengatakan, dirinya saat ini tak mau berbicara dengan Xi Jinping. Bahkan ia berujar, bisa melakukan banyak hal untuk "menghukum" China, termasuk memutus seluruh hubungan yang telah dijalin.

"Ada banyak hal yang bisa kita lakukan. Kita bisa memutus seluruh hubungan (dengan China)," tegasnya.

Ia bahkan berujar jika AS melakukan itu, AS bisa menghemat dana hingga US$ 500 miliar. Angka itu merujuk pada impor tahunan AS dari China.

Pernyataan Trump mengundang kritik dari orang-orang dekat Xi Jinping. Pemimpin redaksi tabloid Global Times, Hu Xijin yang terafiliasi dengan pemerintah China mengolok Trump dengan komentarnya itu.

"Presiden ini pernah menyarankan pasien COVID-19 untuk menyuntikkan disinfektan," kata Hu di Twitter.

"Ingat ini dan kamu tidak akan terkejut ketika dia mengatakan dia bisa memutus seluruh hubungan dengan China."

AS dan China terjebak perang dagang sejak 2018. Ketegangan ini terkait tarif masuk barang kedua negara.

Pada 2019, perang dagang keduanya berdampak pada pelemahan ekonomi global. Sejumlah negara yang ekonominya tergantung ekspor-impor mengalami penurunan ekonomi cukup signifikan.

Perjanjian dagang parsial akhirnya dibuat awal tahun 2020. Namun semenjak AS menjadi hotspot corona, dengan kasus terbanyak di dunia, Trump menyalahkan China dan meminta investigasi atas asal usul virus.

COVID-19 pertama kali menyebar di Wuhan, Provinsi Hubei. Saat ini secara global, dari data Worldometers, ada 4 juta lebih manusia terinfeksi COVID-19.

Share This Story

RELATED ARTICLE

Loading interface...