Waduh!Ternyata Buku Elektronik Bisa Merusak Tidur dan Kesehatan Tubuh Anda

Waduh!Ternyata Buku Elektronik Bisa Merusak Tidur dan Kesehatan Tubuh Anda

WinNetNews.com-Bila Anda tertidur di bawah selimut dengan buku elektronik atau e-book guna membaca sebagai pengantar tidur, maka hal tersebut bisa merusak tidur anda dan mungkin kesehatan tubuh anda.

Dilansir dari laman BBC, Kamis (25/12) tim dari Harvard Medical School sudah melakukan perbandingan antara membaca buku kertas vs buku elektronik bagaimana kualitas pemancar cahaya sebelum tidur. Mereka temukan butuh waktu lebih lama untuk tertidur bagi pembaca buku elektronik, hal tersebut sebabkan kualitas tidur buruk dan jadi lebih lelah keesokan harinya. Para ahli menemukan jika pembaca buku kertas bakal baik-baik saja, hal tersebut disebabkan tak ada paparan cahaya dari buku kertas. Para ahli juga menerangkan orang harus minimalkan paparan cahaya di malam hari. Tubuh kita terus selaras dengan irama siang dan malam oleh jam biologis tubuh, yang memakai cahaya untuk memberitahu waktu. Tapi cahaya biru, panjang gelombang yang umum di ponsel pintar atau smartphone, tablet dan lampu LED, bisa mengganggu jam tubuh. Cahaya biru di malam hari bisa memperlambat atau cegah produksi hormon tidur melatonin.

Uji coba dilakukan pada dua belas orang yang dikunci di sebuah laboratorium, dan tidur selama dua minggu. Mereka habiskan lima hari membaca novel dan lima hari dari iPad. Lalu dilakukan tes, sampel darah rutin tunjukkan produksi hormon tidur melatonin berkurang lewat membaca buku elektronik. Peneliti utama Prof Charles Czeisler menyebutkan bahwa cahaya yang dipancarkan sebagian besar pembaca buku elektronik bersinar langsung ke mata pembaca, sementara dari buku cetak atau kindle asli, pembaca hanya terkena cahaya yang dipantulkan dari halaman buku. Dia menambahkan, mengganggu tidur pada gilirannya juga dapat pengaruhi kesehatan.

"Kekurangan tidur telah terbukti meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular, penyakit metabolik seperti obesitas dan diabetes, serta kanker," lanjutnya.Sedangkan Dr Victoria Revell, yang meneliti dampak cahaya pada tubuh di University of Surrey, menjelaskan bahwa ini menjadi studi yang sangat baik dan benar-benar menarik.

"Kita harus menasihati orang untuk meminimalkan mereka dari pancaran cahaya buku elektronik saat digunakan di malam hari, terutama remaja yang lebih sering menggunakan ponsel atau tablet sebelum tidur," ungkapnya menambahkan.

Sumber:republika.co.id

Foto: http://www.pcmag.com