(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Wah, Indonesia Bakal Impor Bawang Merah? Gimana Responnya Pak Menteri Pertanian Nih

Rike
Rike

Wah, Indonesia Bakal Impor Bawang Merah? Gimana Responnya Pak Menteri Pertanian Nih
WinNetNews.com-Pemerintah Indonesia rencanakan impor 2.500 ton bawang merah, untuk dapat menekan harga bawang merah ketika bulan Ramadhan dan Lebaran nanti. Kini, harga bawang merah di beberapa pasar berada dalam kisaran Rp 40.000/kg, ditargetkan agar turun menjadi Rp 20.000/kg.

Ketika ditanya mengenai impor , Menteri Pertanian (Mentan), Amran Sulaiman, nilai kebijakan itu sudah diputuskan dalam Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas), sehingga tidak perlu ditanyakan lagi. "Coba dong tanya, berapa (bawang merah) yang diekspor tahun lalu. Impor terus yang ditanya, begitu dong sebagai anak bangsa," ucap Amran ditemui di Balai Besar Peramalan Organisme Pengganggu Tanaman (BPOPT) di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Rabu (25/5/2016)."Sudahlah, coba sekali-kali, bawang kan sudah mulai turun. Sekali-kali kita bercerita yang positif. Biar indah kita menghadapi bulan Ramadhan," tambah dia. Amran menegaskan jika persoalan harga bawang tidak akan tuntas bila hanya berkomentar semata.

Sementara sedari awal, Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) sudah tolak rencana impor bawang merah tersebut. Komisioner KPPU, Saidah Sakwan, pertanyakan alasan pembukaan impor bawang merah tersebut. Sebab, saat ini Indonesia masih surplus bawang merah di dalam negeri hingga belum perlu melakukan impor. “KPPU merekomendasikan kepada Pemerintah untuk tidak impor. Karena sesuai data, neraca bawang merah kita masih surplus, data produksi nasional kita 1,2 juta ton, sedangkan konsumsi nasional kita 950.000 ton pertahun,” ungkap Saidah dalam pesan tertulisnya, Selasa (24/5/2016). Menurut dia, kini yang perlu dilakukan pemerintah bukanlah dengan cara membuka keran impor, tetapi lewat cara memperbaiki tata kelola stok secara nasional. Pasalnya, tak lama lagi, petani segera memasuki musim panen bawang merah sehingga stok tak mengkhawatirkan.

Sebelumnya diketahui, Direktur Pengadaan Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) mengatakan Bulog diberikan tugas oleh pemerintah untuk menyediakan bawang dan daging guna operasi pasar dalam rangka mengendalikan harga menjelang puasa dan lebaran. Mengenai perihal impor, dia menjawab secara diplomatis.“Kalau diperlukan maka impor, kalau tidak diperlukan ya tidak impor,” ujarnya di Jakarta, Selasa.Kini Bulog memiliki stok bawang merah sebesar 600 ton di gudang mereka. Selain itu, terdapat stok yang masih dalam perjalanan sebanyak 300 ton. Total stok yang dimiliki Bulog hampir 1.000 ton guna mengantisipasi lebaran nanti.

Dari berbagai sumber

Foto: http://www.anaksiantar.net/

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});