Waka KPAI Sebut Agus Sang Pelaku Mutilasi Layak Dihukum Mati

Waka KPAI Sebut Agus Sang Pelaku Mutilasi Layak Dihukum Mati

WinNetNews.com-Wakil Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Susanto menilai tersangka pelaku kasus mutilasi yang dilakukan Kusmayadi (Agus) terhadap Nur Atikah (Nuri) dan bayinya dalam kandungan layak dihukum mati.

"Pelaku pantas dihukum mati," tulis Susanto lewat keteranganya yang diterima di Jakarta, Sabtu.Menurutnya, mutilasi oleh Agus tersebut merupakan kejahatan serius dan tindakan itu bukan kali pertama kasus mutilasi dengan korban anak dalam kandungan. Susanto mengungkapkan, pelaku pantas diganjar hukuman mati sebab korbannya adalah dua orang, yaitu ibu dan anak dalam kandungan."Hemat saya, ancamannya bisa ganda, sebagai pelaku mutilasi orang tuanya dapat dijerat KUHP, serta pembunuhan bayi dalam kandungan dengan dijerat UU Perlindungan Anak," tulisnya. Dalam beberapa tahun terakhir, menurutnya, kasus mutilasi semakin merebak. Banyak faktor pemicu, diantaranya yaitu motif kejahatan, efek percintaan, juga faktor kerentanan mental (temperamental) yang membuat orang mudah lakukan kejahatan mutilasi.

Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya (Polda Metro Jaya) melimpahkan kasus pembunuhan dan mutilasi terhadap korban Nuri ke Kepolisian Resort Kota (Polresta) Kabupaten Tangerang, Banten.

Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Polisi Moechgiyarto menjelaskan, penyidik kepolisian akan mendalami dugaan penerapan pasal pembunuhan berencana kepada tersangka Agus.

Penyidik menduga pembunuhan Nuri dilatarbelakangi keributan antara Agus dengan korban karena tersangka mengaku masih berstatus bujangan. Kedua pasangan itu menjalin hubungan asmara tanpa ikatan pernikahan lalu mengontrak kamar dan korban hamil kemudian meminta pertanggungjawaban tersangka.

Sumber&foto:antaranews.com