Tragedi Pemukulan di Sekolah Kepolisian, Mabes Polri Bakal Evaluasi Ini
Wakapolri, Komjen Pol. Syafruddin/Foto: Zool WNN

Tragedi Pemukulan di Sekolah Kepolisian, Mabes Polri Bakal Evaluasi Ini

Senin, 22 Mei 2017 | 14:57 | Zulkarnain Harahap

WinNetNews.com – Paska tewasnya Taruna Tingkat II Brigadir Dua Taruna (Bripdatar) Mohammad Adam, Polri melakukan evaluasi. Mulai dari di tubuh Akademi Kepolisian (Akpol) itu sendiri hingga korps per daerah yang rencananya akan ditiadakan. Almarhum Mohammad Adam tergabung dalam korps Himpunan Indonesia Timur (HIT).

"Gubernur akan melakukan pembenahan untuk tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Sudah saya berikan arahan kepada Gubernur (Akpol), Kalemdiklat untuk melakukan revitalisasi dan perubahan kultur," kata Wakapolri Komjen Syafruddin kepada wartawan, Senin (22/05/2017).

Syafruddin menegaskan hanya ada korps Indonesia, tidak ada per daerah.

"Dievaluasi, (korps daerah) akan dihentikan, tidak ada lagi, yang ada korps Indonesia, tidak ada korps daerah," tegasnya.

Sebelumnya, Gubernur Akpol Irjen Anas Yusuf menjelaskan sebenarnya kegiatan satu korps merupakan kegiatan positif, tapi kali ini disalahgunakan dengan adanya tindak kekerasan.

"Korps itu sebenarnya bagus untuk tingkatkan pembelajaran, tapi ini disalahgunakan. Saya sama Pak Kapolda (Irjen Pol. Condro Kirono) satu korps. Sudah disampaikan keras berulang kepada taruna agar tidak dilakukan hal seperti itu," kata Anas, Sabtu (20/05/2017) lalu.

Untuk diketahui, Mohammad Adam tewas setelah dianiaya Taruna Tingkat III yang masih satu korps pada Kamis (18/05/2017) dini hari lalu. Ada 14 Taruna Tingkat III yang kini telah ditetapkan sebagai tersangka dalam peristiwa tersebut.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...