Walau Belum Tentu Benar, Berikut Ini Mitos Terkait Penyakit Jantung

Rusmanto
Rusmanto

Walau Belum Tentu Benar, Berikut Ini Mitos Terkait Penyakit Jantung ilustrasi
Winnetnews.com - Jika kita membahas tentang penyakit jantung, maka hal pertama yang akan terpikir adalah penyakit yang bisa menghilangkan nyawa dalam waktu yang singkat. Begitu mengerikannya penyakit ini sehingga membuatnya memiliki banyak sekali mitos yang dipercaya oleh banyak orang namun belum tentu sahih kebenarannya.

Berbagai Mitos Tentang Penyakit Jantung

Pakar kesehatan menyebut ada beberapa jenis mitos yang dipercaya banyak orang terkait dengan penyakit jantung.

Berikut adalah mitos-mitos tersebut.

1. Wanita Muda Tidak Memiliki Risiko Penyakit Jantung

Mitos pertama terkait dengan penyakit jantung yang dipercaya oleh banyak orang adalah wanita muda cenderung tidak berisiko terkena penyakit jantung. Mitos ini dibantah oleh pakar kesehatan dari American Heart Association. Dalam penelitian yang mereka lakukan, disebutkan bahwa seluruh kelompok usia wanita memiliki risiko terkena penyakit ini jika tidak menerapkan gaya hidup sehat.

Bahkan, wanita muda yang mengonsumsi pil pengendali kehamilan dan hobi merokok cenderung mengalami peningkatan risiko terkena penyakit jantung hingga 20 persen. Gaya hidup kurang gerak juga bisa menyebabkan risiko ini semakin meningkat.

2. Pria Lebih Rentan Terkena Penyakit Jantung

Berdasarkan data yang dikeluarkan oleh American Heart Association, disebutkan bahwa wanita justru lebih rentan mengalami penyakit jantung daripada pria. Bahkan, bagi wanita berusia lebih dari 65 tahun, penyakit jantung adalah pembunuh nomor satu. Di usia ini, mereka lebih rentan terkena serangan jantung, stroke, dan masalah kardiovaskular lainnya.

3. Diabetes Tidak Akan Menyebabkan Penyakit Jantung

Penderita diabetes yang rutin minum obat sebagaimana saran dokter bisa mencegah datangnya komplikasi seperti gangguan penglihatan, kerusakan saraf, penyakit ginjal, dan lain-lain-lain. Obat-obatan ini juga bisa membantu menurunkan kadar gula darah sehingga mampu menurunkan peradangan pada pembuluh darah. Hal ini tentu akan menurunkan risiko penyakit jantung.

Jika penderita diabetes malas minum obat, pembuluh darahnya rentan mengalami peradangan atau kerusakan dan bisa membahayakan kondisinya.

Apa Reaksi Kamu?