Walau Pakai Masker di Keramaian, Mungkinkah Tertular COVID-19?
ilustrasi

Walau Pakai Masker di Keramaian, Mungkinkah Tertular COVID-19?

Senin, 3 Mei 2021 | 12:00 | Rusmanto
Winnetnews.com -  Di media sosial, pasar Tanah Abang yang dipadati pengunjung ramai dibincangkan. Bahkan hal ini menjadi fokus pemberitaan banyak media. Kepadatan terjadi karena banyak orang ingin berbelanja pakaian lebaran. 

Selain Pasar Tanah Abang, beberapa lokasi perbelanjaan lain, termasuk di luar DKI Jakarta, juga tampak dipenuhi pengunjung yang ingin berbalanja baju untuk Hari Raya Lebaran. 

Meski kebanyakan pengunjung masih memakai masker, namun protokol kesehatan seperti menjaga jarak fisik dan menghindari kerumunan tentu sulit diterapkan. Tapi, banyak di antara mereka yang mungkin masih merasa aman dari penularan Covid-19 selama menggunakan masker, meskipun berada di tengah kerumunan. 

Fenomena ini membuat kita perlu memikirkan kembali, apakah berkerumun dan tidak menjaga jarak tidak membuat kita berisiko tertular Covid-19 selama memakai masker? Sayangnya, jawabannya adalah tidak. 

Pakai masker tak dijamin cegah tertular Covid-19 

Para profesional medis mengingatkan kembali bahwa menggunakan jenis masker pelindung wajah, baik yang dibeli di toko maupun dibuat sendiri di rumah, bukan alasan untuk mengesampingkan protokol jaga jarak minimal 2 meter. 

"Masker wajah tidak menggantikan protokol jaga jarak," kata spesialis penyakit menular dan profesor kedokteran dari Michigan State University, Peter Gulick, seperti dilansir HuffPost. 

Menggunakan masker mungkin berguna ketika kita berada di supermarket, apotek atau tempat lain di mana kita tidak bisa menjamin jarak 2 meter dengan orang lain. Namun, memakai masker tidak bisa jadi alasan untuk mengabaikan protokol jaga jarak. 

Adapun beberapa alasan diri kita bisa tetap tertular Covid-19 meski memakai masker di tengah kerumunan, antara lain: 

1. Masker berfungsi melindungi orang lain dari potensi virus yang kita tularkan

Rekomendasi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS di awal pandemi adalah penggunaan masker hanya penting untuk orang sakit. Hal itu dilakukan agar virus yang ada di tubuh orang sakit tersebut tidak tertular ke orang lain. 

Namun, kini semua orang dianjurkan untuk memakai masker. Sebab, para ahli mempelajari bahwa lebih dari 50 persen orang dengan virus corona mungkin tidak menunjukkan gejala. Jadi, kita semua harus bersikap seolah tubuh kita sudah memipiki virus. 

Dengan menggunakan masker pelindung, kita membantu orang lain untuk aman dari virus yang mungkin kita bawa. Jadi, ini lebih kepada proteksi terhadap orang lain, bukan terhadap diri kita. 

2. Tak semua masker efektif cegah penularan

Melindungi diri dengan masker memang lebih baik daripada tidak sama sekali. Tapi, memakai masker juga bukan jaminan kita tak tertular virus corona, terutama jika kita menggunakan masker kain yang dibuat sendiri di rumah. 

"Secara keseluruhan, masker kain buatan sendiri dan bandana tidak memberikan perlindungan yang meyakinkan," kata penyedia layanana darurat di wilayah Los Angeles, Lili Barsky. 

Sebabnya, masker tidak melindungi mata kita. Padahal, penularan virus juga berpotensi lewat mata. Selain itu, partikel-partikel Covid-19 juga sangat kecil dan masih mungkin masuk melalui masker-masker tersebut atau bahkan masker medis yang longgar atau tidak memberikan perlindungan 100 persen. 

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...